Hari Ini dalam Sejarah 24 Februari 1991: Perang Teluk Persia, Serangan Darat Dimulai

Serangan ke Kuwait dan Irak ini dilakukan enam minggu setelah serangan udara yang dipimpin AS dilancarkan.


zoom-inlihat foto
tank-irak-hancur.jpg
Wikimedia Commons
Sebuah tank Irak dihancurkan pasukan koalisi.

Serangan ke Kuwait dan Irak ini dilakukan enam minggu setelah serangan udara yang dipimpin AS dilancarkan.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Serangan darat tentara koalisi dalam Perang Teluk Persia (1990-1991) dimulai pada 24 Februari 1991 atau tepat 30 tahun silam.

Serangan ke Kuwait dan Irak ini dilakukan enam minggu setelah serangan udara yang dipimpin pasukan Amerika Serikat dilancarkan.

Pasukan Irak kewalahan menghadapi serang besar ini dan ada 10.000 tentaranya yang ditawan pasukan koalisi.

Presiden AS George Bush menyatakan adanya gencatan senjata pada 28 Februari 1991 dan perang pun berakhir.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Juara F1 Lima Kali, Juan Manuel Fangio, Diculik oleh Pengikut Fidel Castro

  • Latar belakang


Perang Teluk Persia bermula dari konflik yang dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait tanggal 2 Agustus 1990.

Presiden Irak Saddam Husen memerintahkan pendudukan Kuwait dengan maksud mendapatkan cadangan minyaknya yang besar, membatalkan utang Irak kepada Kuwait, dan memperluas kekuasaan Irak di kawasan itu.

Tentara Amerika yang bertugas selama Perang Teluk Persia
Tentara Amerika yang bertugas selama Perang Teluk Persia (Wikimedia Commons)

Pada 3 Agustus Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Irak untuk menarik diri dari Kuwait dan kemudian melarang perdagangan dengan Irak.

Invasi Irak dan potensi ancamannya terhadap Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia, membuat Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO segera mengirimkan pasukan ke Arab Saudi untuk mencegah kemungkinan serangan.

Mesir dan beberapa negara Arab lainnya bergabung dengan koalisi anti-Irak.

Pada 29 November Dewan Keamanan PBB mengizinkan penggunaan kekuatan terhadap Iran jika pasukannya tidak menarik diri dari Kuwait paling lambat tanggal 15 Januari 1991.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Roosevelt Perintahkan Jenderal MacArthur Pergi dari Filipina

  • Serangan dimulai


Irak tidak menarik pasukannya sampai batas waktu yang ditentukan.

Hal ini membuat pasukan koalisi memutuskan mulai menyerang negara itu pukul 16.30 EST.

Jet tempur koalisi diterbangkan, dan kapal kapal induk Inggris berada di Teluk Persia untuk misi pengeboman.

Kota Baghdad dijadikan target pesawat tempur pasukan koalisi yang dipimpin AS.

Operasi penyerangan itu diberi nama Operation Desert Storm dan ada 32 pasukan dari 32 negara yang terlibat.

Selama enam bulan kemudian, pasukan koalisi melakukan serangan besar-besaran terhadap militer Irak dan infrastruktur sipil.

Militer Irak tidak berdaya menghadapi serangan ini. Satu-satunya tindakan pembalasan yang dilakukan Irak adalah meluncurkan rudal SCUD ke Israel dan Arab Saudi.

Saddam berharap serangan rudal itu akan membuat Isreal masuk ke dalam konflik sehingga menghentikaan dukungan Arab terhadap perang itu.

Namun, atas permintaan AS, Israel tetap tidak masuk ke dalam perang.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kebakaran di Tengah Konser Rock di Rhode Island Tewaskan 100 orang

  • Serangan darat


Serangan darat besar-besaran oleh pasukan koalisi dimulai tanggal 24 Februari 1991.

Pasukan Irak yang kekurangan perbekalan dan memiliki persenjataan usang kewalahan menghadapi serbuan ini.

Pada hari itu ada 10.000 tentara Irak yang menjadi tawanan perang. Kuwait dibebaskan dalam waktu kurang dari empat hari.

Mayoritas tentara Irak sudah hancur, menyerah, atau mundur.

Pada 28 Februari Presiden Bush menyatakan adanya gencatan senjata dan perang berakhir.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Februari: Pesawat Iberia Airlines Flight 610 Jatuh, Tewaskan 148 Orang

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Serangan darat dalam Perang Teluk Persia dimulai
Tanggal 24 Februari 1992
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.history.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved