Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesawat Turkish Airlines Flight 1951 jatuh saat mendarat di Amsterdam Schiphol Airport pada 25 Februari 2009 atau tepat 12 tahun silam.
Pesawat yang terbang dari Istanbul Ataturk Airport itu mengalami kecelakaan pada pukul 09.26 UTC saat mendekati landasan Polderbaan.
Kecelakaan itu merenggut nyawa 4 kru dan 5 penumpang, serta melukai 117 orang lainnya.
Malapetaka penerbangan itu terjadi karena kesalahan altimeter radio yang menyebabkan auto-throttle yang mengurangi daya mesin hingga langsam ketika mendekat.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 24 Februari 1991: Perang Teluk Persia, Serangan Darat Dimulai
Sekilas Pesawat Turkish Airlines Flight 1951 #
Turkish Airlines Flight 1951 menggunakan pesawat Boeing bertipe 737-8F2.
Pesawat ini memiliki nomor registrasi TC-JGE dan C/n / msn 29789/1065.
Menggunakan dua mesin turbofan CFMI CFM56-7B26, pesawat ini terbang perdana pada 24 Januari 2002.
Boeng 737 ini dikirim ke Turkish Airlines pada 27 Maret 2002.[2]
Memiliki jumlah kursi 165, sayap pesawat ini bertipe fixed wing.
Namun, setelah kecelakaan pada 25 Februari 2009, pesawat ini sudah tidak dapat dipakai karena tidak bisa diperbaiki.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Juara F1 Lima Kali, Juan Manuel Fangio, Diculik oleh Pengikut Fidel Castro
Kronologi kecelakaan #
Turkish Airlines Flight 1951 berangkat dari Istanbul-Ataturk International Airport ke Amsterdam Schiphol International Airport pada 25 Februari 2009 membawa 128 penumpang dan 7 kru.
Penerbangan ini dikapteni oleh mantan komandan Angkatan Udara Turki bernama Hasan Tahsin Arisan yang berusia 54 tahun.
Dia telah memiliki 5.000 jam terbang bersama F-4E Phantom II.
Kapten Arisan sudah bekerja di Turkish Airlines sejak tahun 1996 dan menjadi salah satu pilot paling berpengalaman di maskapai tersebut.
Pesawat menurunkan ketinggian untuk mendarat di Schiphol dan melewati Flevoland pada ketinggian sekitar 8500 kaki.
Pesawat lanjut turun dan diarahkan oleh Air Traffic Control menuju runaway 18R untuk mendarat.
Namun, pesawat kemudian jatuh di ladang yang berjarak sekitar 1,5 km dari landasan Polderbaan pada 09.26 UTC
Pesawat menga;ami kerusakan parah dan badannya terpisah menjadi tiga bagian.
Kedua mesinnya juga terpisah dan terlempar 100 meter dari badan pesawat. Namun, pesawat tidak mengalami kebakaran.
Empat kru dan lima penumpang tewas dalam kecelakaan ini, dan 117 orang lainnya terluka. [4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Roosevelt Perintahkan Jenderal MacArthur Pergi dari Filipina
Penyelidikan #
Berdasarkan penyelidikan, kecelakaan ini disebabkan oleh reaksi otomatis pesawat yang dipicu oleh kesalahan altimeter radio.
Hal ini menyebabkan auto-throttle mengurangi daya mesin sampai langsam saat mendekati lintasan.
Kru terlambat mengambil meningkatkan daya dorong dan memulihkan pesawat sebelum pesawat itu berhenti dan jatuh.
Setelah kecelakaan ini, Boeing mengeluarkan sebuah buletin untuk mengingatkan pilot pesawat seri 737 dan BBJ untuk memonitor kecepatan pesawat dan ketinggian.
Boeing juga menyarankan sebisa mungkin menghindari penggunaan autopilot atau auto-throttle ketika mendarat.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kebakaran di Tengah Konser Rock di Rhode Island Tewaskan 100 orang
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Kecelakaan pesawat Turkish Airlines Flight 1951 |
|---|
| Tanggal | 25 Februari 2009 |
|---|
Sumber :
1. wikivisually.com
2. aviation-safety.net
3. www.airport-data.com
4. www.aviation24.be