TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita pingsan setelah mendapatkan vaksin Covid-19.
Dia adalah Murni ASN yang bertugas di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Purwakarta bernama Murni.
Murni juga mengalami pusing dan muntah setelah disuntik vaksin Covid-19.
Dikehui kejadian ASN muntah setelah vaksinasi ini terjadi di Purwakarta di Gedung Sigrong, Jumat (26/2/2021).
Dikutip darin Tribun Jabar, wanita tersebut adalah penerima vaksin Covid-19 tahap II dosis pertama.
Petugas medis juga belum mengetahui penyebab dari pusing yang diderita Murni.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Purwakarta, Elitasari Kusuma.
"Kami masih menunggu dahulu hasil pemeriksaan, apakah memang karena faktor setelah disuntik atau karena memang dirinya punya faktor lain," ujar Elita.
Susilo Atmodjo, Dokter IDI Purwakarta, mengatakan jika Murni mengalami gejala Vertigo.
"Bukan karena vaksinasi. Dia merasakan pusing dan mual setelah disuntik dan menunggu beberapa menit," katanya.
Baca: Jika Caranya Tak Tepat, Vaksinasi Bakal Picu Klaster Covid-19, Ini Penjelasan Epidemiolog
Baca: Siap-siap Proses Belajar Tatap Muka akan Dimulai Juli 2021 jika Vaksinasi pada Guru Selesai Juni
Dokter di Palembang Ditemukan Meninggal di dalam Mobilnya Sehari setelah Divaksin Covid-19
Dokter JF (49) ditemukan meninggal di dalam mobilnya yang terparkir di minimarket di di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (23/1/2021).
JF kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.
Sehari sebelum ditemukan meninggal, JF dikabarkan sempat disuntik vaksin Covid-19.
Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan ada bintik merah pendarahan pada area sekitar mata, wajah, tangan, dan dada JF yang disebabkan kekurangan oksigen.
Indra mengatakan JF diduga meninggal karena sakit jantung, bukan vaksin Covid-29.
"Memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin," kata ujar Indra, Sabtu (23/1/2021).
Indra mengatakan penyuntikan vaksin dan kematian korban tidak ada hubungannya sama sekali.
Sebab, proses vaksinasi dilakukan melalui penyuntikan, sehingga apabila ada reaksi, maka akan timbul dengan cepat.
"Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung," ujar Indra.