Jika Caranya Tak Tepat, Vaksinasi Bakal Picu Klaster Covid-19, Ini Penjelasan Epidemiolog

Berkaca dari kasus vaksinasi Tanah Abang, vaksinasi justru bisa memicu klaster baru


zoom-inlihat foto
vaksinasi-pasar-tanah-abang.jpg
Tangkap Layar Youtube Skretariat Presiden
FOTO HANYA ILUSTRASI - Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Vaksinasi Vovid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hari ini, Rabu (17/2/2021) pagi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vaksinasi bisa memicu klaster baru Covid-19 jika pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang tak tepat.

Sebut saja massal kepada para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2021) kemarin, yang justru menimbulkan kerumunan.

Terkait hal ini, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman angkat bicara.

Menurutnya hal seperti itu harus dihindari.

Pasalnya, Indonesia belum masuk kategori terkendali.

Karenanya, pelaksanaan vaksinasi harus sesuai protokol kesehatan yang benar.

"Saya dapat kiriman laporan beberapa lokasi dilaksanakannya vaksinasi, ternyata tidak menerapkan atau menjaga primsip-prinsip protokol kesehatan ya atau pencegahan dalam situasi pandemi di Indonesia yang masih belum terkendali," ujar Dicky, kepada Tribunnews, Rabu (24/2/2021) malam.

"Ini yang sangat berbahaya, jadi aktivitas pemberian vaksinasi ini sangat bisa berpotensi menjadi klaster. Ini yang berbahaya dan harus dicegah," tegas Dicky.

Vaksinasi Tanah Abang Dibubarkan Polisi

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Vaksinasi Vovid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hari ini, Rabu (17/2/2021) pagi.
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Vaksinasi Vovid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hari ini, Rabu (17/2/2021) pagi. (Tangkap Layar Youtube Skretariat Presiden)

Baca: Siap-siap Proses Belajar Tatap Muka akan Dimulai Juli 2021 jika Vaksinasi pada Guru Selesai Juni

Baca: Sekolah Bakal Dibuka Juli 2021, Nadiem Sebut Guru SD, PAUD, dan SLB Bakal Lebih Dulu Divaksin

Polisi terpaksa membubarkan vaksinasi massal di lantai 8 dan 12 Pasar Tanah Abang, Selasa (23/2/2021).

Langkah pembubaran diambil pihak kepolisian karena vaksinasi justru menimbulkan kerumunan.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara.

Menurut Riza, hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat yang bersedia divaksin.

"Sekalipun tadi ada antrean yang cukup panjang di Tanah Abang dan oleh lansia, ini menunjukkan animo kesungguhan dan dukungan dari masyarakat," ujar Ariza, Selasa malam, dilansir Kompas.com dari Antara.

"Jadi kalau ada persepsi negatif terkait vaksin, ini bisa dipatahkan dengan bukti bahwa masyarakat berbondong-bondong ingin divaksin, bukan hanya pedagang, orang tua, dan semuanya," jelasnya.

Baca: Trending Topik, Ariel Noah Dipuji karena Bisa Terangkan Cara Kerja Vaksin Covid-19 secara Jelas

Baca: Vaksinasi Covid-19 Digelar di RSUD Kembangan, Antrian Puluhan Lansia Timbulkan Kerumunan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Tetapi, Ariza juga tak membenarkan kerumunan.

Dia meminta panita melakukan pengaturan teknis, agar vaksinasi tak menimbulkan kerumunan.

"Ke depan, kami minta panitia yang menyelenggarakan vaksinasi di Pasar Tanah Abang agar mengatur secara teknis dan detail," terangnya.

"Dalam prosesnya tadi, sebanyak 500 tidak diatur sedemikian sehingga terjadi kerumunan, lalu kapolsek membubarkan kerumunan agar diatur kembali," ujar Ariza.

"Ini masalah teknis yang sederhana, tapi tidak boleh dianggap enteng, membagikan kupon harus diatur kapasitasnya, jumlahnya, dan waktunya dibagi. Tidak jam buka sampai jam tutup, tapi dibagi berapa gelombang dan sebagainya," paparnya.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved