Kudus juga mendapatkan luka bacok di bagian wajah.
Diketahui korban sempat duduk lemas di Pos Satpol PP sebelum dibawa ke rumah sakit.
Korban yang terluka parah dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muaradua.
Rekan sekaligus keluarga korban, Risman, Senin (15/2) pukul 18.15 WIB, mengatakan Kudus meninggal.
"Ya, sekitar 20 menit yang lalu korban meninggal,"kata Risman
Baca: Menyesal karena Telah Bacok Selingkuhan Istri di Jalan, Pria ini Serahkan Diri ke Polisi
Baca: Seorang Warga Bacok Anggota DPRD Jeneponto yang Sedang Melerai Keributan karena Suara Knalpot Bising
TERPISAH, Pengakuan Pria di Prabumulih yang Bacok Ibu hingga Tewas: Kesal Disebut Anak Tak Berguna
Syamsul Bahri (42), pelaku pembunuhan ibu kandung di Prabumulih akhirnya angkat bicara.
Ia berani menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri lantaran kesal dibilang anak tak berguna.
"Emak selalu marahi aku, aku jadi ragu apa aku ini anak kandungnya atau bukan. Selalu marah ngomong aku tidak ada gunannya," katanya di hadapan polisi, diberitakan TribunSumsel, Rabu (27/1/2021).
Syamsul yang selalu ngoceh tersebut juga mengakui dirinya mungkin tidak akan membunuh sang ibu jika tidak di dahului dibacok pada bagian kapala dan tangan.
"Aku diomongin anak tidak ada guna, lalu emak ambil parang dan membacok kepala saya saya tangkis pakai tangan lalu bacok lagi tangan tapi parang jatuh.
Saya ambil parang saya bacok berkali-kali, tidak tau lagi berapa kali, pastinya mati, dak mungkin dak mati," katanya dengan nada tanpa penyesalan.
Lebih lanjut Syamsul mengaku, setelah selesai membunuh ibu kemudian ia membawa identitas KTP dan buku tabungan sang adik namun sebelum kabur Syarif Hidayat pulang.
"Adik bungsu nanya 'ngapo kamu ni kak' lalu ku jawab baru sudah bunuh emak kalu bukan emak kandung aku nian," ujarnya.
Syamsul membeberkan dirinya sempat mengeluh ke ibunya apakah anak kandung atau bukan dan sempat meminta uang ke ibu namun jarang dipenuhi.
"Jadilah selipkan duit Rp 10 ribu ke emak, untuk jalan nemui kawan jual dasar baju dipasar, aku minta belikan motor apo jadilah untuk aku tapi emak langsung marah nak kapak pakai parang.
Kalau ibu dak kapak kepala tidak mungkin aku bacok, kalu lebih sepuluh kali sangking kesalnya aku, dio dak sayang samo aku," ungkapnya.
Seperti diketahui, Syamsul Bahri membunuh ibunya Nurhayati (63) dengan cara menggorok leher di dapur rumah mereka di Jalan KH Ahmad Dahlan Al Fatah Perumahan Griya Sejahtera Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, pada Minggu (24/1/2021).
Diringkus
Syamsul berhasil diringkus tim gabungan jajaran Satreskrim Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur, Selasa (26/1/2021).