Rakyat Myanmar Was-was, Militer Bebaskan 23 Ribu Tahanan, Kerahkan Preman untuk Buat Kerusuhan

Junta militer membebaskan 23.000 tahanan pada Jumat (12/2/2021) melalui amnesti


zoom-inlihat foto
demo-myanmar-09.jpg
STR / AFP
Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Mawlamyine di Negara Bagian Mon pada 12 Februari 2021. Tindakan keras dan represif tak menyurutkan jutaan rakyat Myanmar untuk menentang penguasa militer baru hasil kudeta, mereka bahkan menyerukan pemboikotan seluruh aktivitas instansi publik.


"Mantanku buruk, tapi militer lebih buruk," tulis seorang perempuan di Twitter.

Para pengunjuk rasa memegang tanda selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 12 Februari 2021.
Para pengunjuk rasa memegang tanda selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 12 Februari 2021. (Sai Aung MAIN / AFP)

"Aku tidak ingin diktator, aku hanya ingin kekasih," tulis warga dalam spanduk lainnya.

Khoo Ying Hooi adalah dosen senior di Universitas Malaya di Kuala Lumpur yang mempelajari protes dan gerakan sosial.

Hooi menjelaskan pada Business Insider bahwa meme adalah cara bagi gerakan perlawanan untuk menarik perhatian dan menandakan niat non-kekerasan mereka.

"Pandemi itu sendiri tidak menawarkan lingkungan yang 'ramah' untuk mengumpulkan banyak orang," katanya.

Baca: Didemo Besar-besaran, Militer Myanmar Dekati Muslim Rohingya, Padahal Dulu Tega Lakukan Pembantaian

Baca: Penguasa Militer Tak Sangka Jutaan Rakyat Myanmar Berani Turun ke Jalan Protes Aksi Kudeta

Menggunakan humor adalah "tanda yang menunjukkan bahwa mereka memilih pendekatan tanpa kekerasan dalam protes."

Dengan kata lain, menggunakan meme adalah cara yang bagus untuk memenangkan hati dan pikiran.

“Ketika taktik kreatif ini menyusup ke dalam wacana arus utama seperti pemberitaan, maka potensi masyarakat untuk menumbuhkan solidaritas lebih tinggi dan dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada perubahan sistemik,” ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, militer semakin melakukan kekerasan dalam menanggapi para pengunjuk rasa.

Selama akhir pekan, polisi menggunakan meriam air dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan orang di kota terbesar Myanmar, Yangon dan di Naypyidaw, ibu kota negara itu.

Seorang wanita berusia 19 tahun yang terkena peluru karet di bagian kepala masih dalam kondisi kritis.

Dokter mengatakan dia tidak mungkin bertahan hidup.

Militer Myanmar Hancurkan Markas Partai Aung San Suu Kyi

Para pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi menuntut pembebasan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 9 Februari 2021.
Para pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi menuntut pembebasan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 9 Februari 2021. (AFP/SAI AUNG MAIN)

Baca: Didemo Besar-besaran, Militer Myanmar Dekati Muslim Rohingya, Padahal Dulu Tega Lakukan Pembantaian

Militer Myanmar melakukan penyerbuan terhadap markas besar Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi ( NLD) di Yangon pada Selasa malam waktu setempat (9/2/2021).

Diberitakan Kompas.com dari AFP, militer disebut menghancurkan markas tersebut.

Diktator militer menggerebek dan menghancurkan markas besar NLD sekitar pukul 21.30," demikian yang keterangan yang dituli oleh Liga Nasional untuk Demokrasi mengumumkan di halaman Facebook resminya, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (9/2/2021).

Baca: China Rugi Besar Gara-gara Militer Myanmar Kudeta Pemerintahan Aung San Suu Kyi

Baca: Update Keadaan Darurat Myanmar: Pendukung Militer Rayakan Kudeta, Penerbangan Internasional Tutup

Hingga berita ini ditulis, partai belum memberikan rincian lebih lanjut.

Hal ini terjadi bersamaan dengan bergabungnya Amerika dengan PBB, untuk mengutuk tindakan militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa.

Sebelumnya, demo empat hari berturut-turut terjadi di Myanmar.

Polisi menggunakan meriam air di beberapa kota, menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa di ibu kota Naypyidaw dan mengerahkan gas air mata di Mandalay.

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin) (Intisari Online)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved