TRIBUNNEWSWIKI.COM – Meninggalnya budayawan Prie GS membuat banyak orang kehilangan.
Tak terkecuali putra keduanya yang bernama Maulana Gibran (21).
Ia mengaku memiliki kedekatan yang erat dengan sang ayah, Prie GS.
Bahkan hubungan mereka seperti seorang sahabat yang selalu menularkan ilmunya.
Maulana Gibran mengungkapkan pesan terakhir Prie GS sebelum meninggal dunia.
Baca: Budayawan Prie GS Meningal Dunia, Sempat Alami Serangan Jantung
Baca: Sambut Hari Valentine 14 Februari, Berikut 7 Ide Kado Untuk Pasangan yang Tengah LDR
"Anak-anakku Bapak minta maaf. Itu setelah tak sadarkan diri, waktu sadar yang diucapkan itu," ungkapnya sembari mata berkaca, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/2/2021)
Ia pun berharap dapat terus menerapkan ilmu dan mengikuti jejak sang ayah.
"Saya punya keahlian menulis tapi untuk mengikuti jejak belum tau yang jelas rencana ingin meneruskan ilmu yang beliau terapkan," pungkasnya.
Supriyanto atau lebih dikenal dengan nama Prie GS adalah budayawan kelahiran Kendal meninggal di usia ke 56 tahun karena serangan jantung.
Almarhum meninggalkan istri dan kedua putra putrinya Suha Ais dan Maulana Gibran.
Baca: Prie GS (Budayawan)
Baca: Meski Jarang Muncul di TV, Dimas Beck Punya Sumber Uang Melimpah
Sebelum meninggal dunia, Prie GS sempat mengalami sakit dan dirawat di RS Columbia Asia Semarang.
Prie dirawat sejak Rabu (10/2/2021).
Ketika menjalani perawatan, ia masih bisa berkomunikasi.
Karena merasa kondisinya membaik, Prie sempat meminta pulang.
Ia kemudian mengalami serangan jantung dan pingsan pada Jumat (12/2/2021) selepas Subuh.
Prie GS meninggal dunia pada usia 56 tahun.
Jenazah Prie dibawa ke rumah duka di Jalan Candi Kalasan Selatan II Nomor 1003 RT 1 RW 12 Kalipancur, Semarang, Jawa Tengah.
Ia dimakamkan di Pemakaman Berguto II Semarang.
Baca: Inilah Sosok Dimas Beck, Aktor yang Cium Luna Maya di Video TikTok dan Sering Dijuluki Family Man
Baca: VIRAL Nenek 70 Tahun yang Kesulitan Berjalan Diduga Dibuang Keluarga, Ternyata Bukan Pertama Kalinya
Dia mengawali kariernya sebagai wartawan di harian umum Suara Merdeka Semarang, Jawa Tengah.
Prie GS juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar, diskusi, dan menjadi host untuk acaranya sendiri, baik di radio maupun televisi.