Sama seperti Pfizer, vaksin Moderna juga mengandalkan messenger RNA, atau mRNA, molekul genetik yang dibaca oleh mesin sel untuk membangun protein di dalam sel.
Pada vaksin Moderna, mRNA berisi instruksi untuk membangun protein spike virus corona, bagian yang membantu virus memasuki sel manusia.
Vaksin menginduksi sel manusia untuk membuat protein spike, dan sistem kekebalan kemudian membuat antibodi untuk menempel pada protein spike.
Antibodi yang distimulasi vaksin tersebut, bertugas untuk mencegah virus asli menginfeksi sel sehat pada tubuh di masa mendatang.
5. Vaksin AstraZeneca-Oxford
Artinya, vaksin vektor virus dibuat dari versi yang dilemahkan dari virus flu biasa yang menyebabkan infeksi pada simpanse.
Virus flu simpanse telah diubah secara genetik untuk memasukkan urutan genetik dari apa yang disebut protein spike yang digunakan virus corona untuk masuk ke sel manusia.
Dilansir Reuters (31/12/2020), vaksin virus corona AstraZeneca-Oxford disebut manjur dalam mencegah infeksi Covid-19 bergejala dengan tingkat efektivitas sebesar 70,4 persen.
Angka ini diperoleh dari 5.807 orang yang mendapat vaksin dua dosis setelah 30 hari, dibandingkan dengan 101 dari 5.829 orang yang mendapat plasebo.
6. Vaksin yang diproduksi SK Bioscience, Korea Selatan
Vaksin yang diproduksi di Korea Selatan di SK Bioscience, berdasarkan kalender sementara yang diterbitkan WHO, dapat disetujui Badan PBB pada paruh kedua Februari.
Sebelumnya telah diberitakan jika Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) berencana menyetujui sejumlah vaksin.
Vaksin-vaksin ini akan diberikan ke negara miskin dalam hitungan minggu hingga bulan depan.
Langkah WHO ini bertujuan supaya negara-negara miskin segera mendapatkan vaksin virus corona, seperti dilansir dari CNA, Kamis (21/1/2021).
(Tribunnewswiki/Tyo/Kontan/Titis Nurdiana)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Sah, BPOM izinkan vaksin corona Sinovac bagi lansia di atas 60 tahun, ini syaratnya" dan Kompas.com dengan judul "6 Vaksin yang Akan Disetujui WHO, dari AstraZeneca hingga Sinovac"