TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ternyata tidur tanpa menggunakan bantal membawa dampak buruk pada kesehatan, simak penjelasan dokter berikut ini.
Tak dipungkiri, banyak orang tidur menggunakan bantal, namun ada sebagian orag yang terbiasa tidur tanpa menggunakannya.
Namun ternyata tidur tanpa bantal mampu memberikan dampak buruk pada kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher, dr Arina Ikasari Muhtadi Sp.THT-KL di Jakarta, beberpa waktu lalu.
" Bantal suatu keharusan untuk tempat tidur. Tidak pernah dari sisi medis disarankan untuk tidur tanpa bantal," kata dr Arina seperti dikutip dari Kompas.com.
Beberapa penyakit, kata Ariba, berpotensi menyerang orang-orang yang tidur tanpa bantal.
Sebagai contoh adalah refluks atau penyakit asam lambung.
Melansir Medical News Today, tidur tanpa bantal mungkin akan membantu bagi orang-orang yang tidur tengkurap.
Hal ini karena bantal bisa membantu menjaga tulang belakang dan leher tetap sejajar selama tidur.
Sehingga penggunaannya akan mencegah sakit punggung dan leher.
Berbeda dengan kelompok orang yang tidur telentang atau menyamping.
Aktivitas tidur tanpa bantal dapat menjadi penyebab sakit leher dan punggung.
Baca: Jangan Sepelekan Waktu Tidur, 9 Hal Buruk Ini Akan Terjadi pada Tubuh
Baca: Hati-hati, Tidur dengan Kondisi Mata Terbuka Menandakan Tubuh Sedang Dalam Masalah
"Orang-orang yang tidur menyamping atau telentang umumnya akan merasakan tekanan pada leher jika tidur tanpa bantal."
"Kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur serta memicu sakit leher dan punggung," tulis penjelasan dalam laman tersebut.
Namun saat ini ada banyak macam bantal dengan segala fungsi dan teknologi.
Arina mengatakan, yang paling penting yakni meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal.
Bagi para penderita penyakit jantung dianjurkan memakai dua bantal.
Hal ini supaya jantung akan lebih mudah bekerja.
"Intinya dari sisi medis bantal harus tetap ada," ujar dia.
Memilih bantal juga bisa didasarkan pada kebiasaan posisi tidur seseorang.
Jika lebih sering tidur telentang, dianjurkan menggunakan bantal yang lebih tipis agar kepala tidak terlalu menekuk ke depan.
Bantal memory foam atau bantal dengan bagian bawah yang lebih tebal dan bagian tengah yang lebih tipis akan menyangga leher dan membantu menjaganya tetap sejajar.
Tak hanya itu, tidur dengan bantal lain di bawah lutut juga dapat membantu meringankan tekanan pada punggung bawah.
Sementara bagi orang-orang yang sering tidur menyamping, pilihlah bantal yang kokoh dengan kedalaman ekstra untuk membantu menopang kepala dan menjembatani jarak antara telinga dan bahu.
Baca: 5 Gerakan Olahraga Ringan Setelah Bangun Tidur, Gampang Banget
Baca: Sayangi Tubuhmu Mulai Sekarang, Ini Penyakit yang Bisa Muncul saat Kurang Tidur
Tidur dengan bantal di antara lutut juga bisa membantu menyelaraskan tulang belakang dengan lebih efektif.
Konsultasikan pada dokter jika masih mengalami gangguan tidur meski sudah berusaha menggunakan bantal dan tempat tidur yang baik.
Hal ini berguna supaya memperoleh solusi yang tepat secara medis untuk kesehatan anda.
Hentikan Kebiasaan Menaruh Ponsel di Bawah Bantal, Ini Dampak Buruknya
Di jaman serba teknologi ini, hampir semua orang memiliki smartphone.
Mulai dari orang tua, dewasa hingga anak anak pasti setiap hari membawa ponsel.
Ponsel pintar atau smartphone sudah seperti komputer berjalan, dimana kita bisa berkomunikasi, internetan, bermain games, mendengar lagu dan menonton video dalam satu perangkat.
Tapi tahu enggak sih, menggunakannya sampai larut malam bahkan sampai meletakannya di bawah bantal adalah kebiasaan yang buruk.
Dilansir dari iDEA, berikut dampak buruknya.
Sulit untuk tidur
Ponsel menghasilkan serangkaian gelombang radio, beberapa di antaranya memengaruhi suplai darah ke korteks serebral dan dapat menyebabkan perubahan EEG.
Jika seseorang yang menderita insomnia, ia rentan terhadap gelombang radio ini, sehingga sulit untuk tidur di malam hari.
Sakit otak
Ponsel menghasilkan gelombang radio, dan beberapa gelombang bisa diserap oleh otak.
Oleh karena itu, jika Kamu meletakkan ponsel di sisi bantal dalam jangka waktu lama, otak akan menyerap lebih banyak gelombang radio.
Sehingga otak rentan terhadap kerusakan, dan rentan merasakan sakit kepala, pusing dan masalah kepala lainnya.
Gangguan menstruasi
Kerusakan pada tubuh akibat ponsel akan bervariasi dari orang ke orang, misalnya, ketika ponsel diletakkan di tempat tidur, dampaknya pada wanita berbeda dari orang lain.
Jika Kamu tidur, wanita meletakkan telepon di tempat tidur untuk waktu yang lama, endokrinnya akan terpengaruh.
Hal ini menyebabkannya rentan terhadap gangguan endokrin, dan bahkan menyebabkan gangguan menstruasi pada wanita, yang dapat memengaruhi kehamilan wanita.
Baca: Hati-hati, Tidur dengan Kondisi Mata Terbuka Menandakan Tubuh Sedang Dalam Masalah
Baca: Bukan Jam 12 atau Jam 1, Inilah Waktu Terbaik untuk Tidur Siang Menurut Para Ahli
Mempengaruhi sperma
Lain pula dengan pria, radiasi ponsel dapat berdampak besar pada pria bahkan sistem tubuh.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria juga bisa berpengaruh terhadap radiasi ponsel untuk waktu lama.
Jumlah sperma akan berkurang dan kemungkinan besar kualitas sperma akan menurun.
Memicu Tumor
Ada pandangan bahwa radiasi yang dihasilkan oleh ponsel menyebabkan sel-sel saraf dalam tubuh manusia mati pada suhu tinggi.
Jika sel tersebut merupakan sel glial stadium lanjut, kelainan akan meningkat dan faktor kesehatan seperti tumor bisa muncul.
Osteoporosis
Sebagian besar penyelidikan telah menunjukkan bahwa orang-orang yang meletakkan ponsel mereka di bantal pada waktu yang lama bisa terkena osteoporosis.
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk tidur telepon?
Secara umum, ponsel memiliki radiasi, jadi yang terbaik adalah mematikan telepon saat tidur.
Jika harus dalam mode siaga, disarankan untuk meletakkannya 1,5 meter dari Kamu.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jangan Tidur Tanpa Bantal, Ini Akibatnya