TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus penjagalan kucing oleh warga Medan menggegerkan banyak pihak.
Sebelumnya, Sonia, pemilik kucing bernama Tayo melaporkan adanya kekerasan terhadap hewan peliharaannya.
Namun laporannya tak mendapat tanggapan dari pihak kepolisian.
Sonia kemudian menuliskan kisah penjagalan kucing yang terjadi di media sosial.
Tak lama, kasus tersebut viral dan mendapat perhatian dari berbagai pihak agar mendapat titik terang.
Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menetepakan pria pembunuh kucing Tayo sebagai tersangka.
Namun akhir-akhir ini, Sonia mengaku mendapat teror dari dua pria yang tak dikenalnya.
Ia yang tinggal di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai, Medan, Sumatera Utara, terus mendapat ancaman.
Menurut Sonia, kedua pria tersebut mencarinya hingga ke rumah.
Baca: Penasaran, Warganet Ini Viral karena Nekat Makan Makanan Kucing Pakai Nasi
Baca: Fakta Terbaru Jagal Kucing yang Viral: Kerja Pelaku Cuma Motong Kucing, Dijual Rp 70 Ribu Per Kilo
Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru mengatakan, Sonia mengalami teror dari seseorang pada 30 Januari 2021.
Sonia dikejar pria berbadan gempal, namun berhasil lolos.
Selama dua hari, ada seseorang yang mencari Sonia di rumahnya.
"Kami mengerti mbak Sonia sangat terganggu, dalam kondisi kedukaan, harus berhubungan dengan orang-orang yang akan mencelakakan dirinya,"
"Mungkin karena prinsip dia membela kucingnya, berani bersuara, lalu timbul teror kepada dirinya dan sekarang kita akan pasang badan demi dia. Apapun yang terjadi. Jika harus LPSK, kami akan turunkan," kata Doni saat ditemui, Selasa (2/2/2021).
Doni bahkan bersedia memberikan penjagaan 1x24 jam penuh terhadap Sonia.
"Jangan karena teror ini lalu terganggu. Kita yang lebih besar dari dia, dari penjahat. Pecinta anjing, kucing bisa bersatu se-Indonesia. Kebaikan bisa berwadah, berkumpul dan berserikat. Kenapa kita takut sama yang salah. Yang salah harus bergetar ketemu dengan yang benar," kata dia.
Menurut Doni, pihaknya datang dari Jakarta datang ke Medan untuk menjadi kuasa hukum pemilik kucing Tayo, Sonia Rizki.
Menurut dia, kasus ini penting untuk diadvokasi, karena menjadi titik kulminasi di mana dalam kasus seperti ini selalu terganjal dengan pembuktian.
"Kali ini pembuktiannya bisa lengkap, saksi lengkap, baru tadi malam saksi kunci ditemukan," kata Doni.
Menurut Doni, sebelumnya polisi menyatakan kurang saksi.
Baca: Viral Penjagalan Kucing di Medan, Tetangga Pelaku: Setiap Hari Potong Hewan
Baca: Viral Kisah Pembantaian Kucing di Medan, Hewan Diculik, Dipotong, Dagingnya Dimakan dan Dijual