TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penularan virus corona kini memiliki gejala baru.
Gejala tersebut disebut Covid Tongue.
Gejala umum Covid-19 sebelumnya antara lain batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas.
Sementara gejala ini sekilas tampak seperti sariawan, sebagaimana dilansir Tribunnews.
Covid Tongue pada awalnya ditemukan oleh Tim Spector, ahli epidemiologi dari King's College London.
Hal itu terjadi ketika pasien Covid-19 mengeluhkan lidahnya tak nyaman.
Setelah dilihat, terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien.
Terkadang, bercak tersebut disertai rasa sakit.
Kendati demikian, bercak di lidah tak selalu mengindikasikan Covid-19.
Pasalnya ada banyak hal yang juga berpotensi memicu munculnya bercak-bercak di lidah.
Baca: Pelajaran dari Wuhan: Covid Setahun Lalu, Mayat Tergeletak di Pinggir Jalan, Kini Jalan Sudah Ramai
Baca: Kelelahan, Petugas Pemakaman Dipukuli Akibat Salah Ambil Jenazah Pasien Covid-19
Kondisi semacam ini juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografik.
Dilansir Tribunnews, jika mengalami sakit atau muncul bercak-bercak pada lidah, lembaga nasional kesehatan Inggris (NHS) menyarankan kita untuk melakukan tips berikut:
1. Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi sikat lidah
2. Gunakan pengikis untuk membantu menghilangkan bercak pada lidah
3. Gunakan sedotan saat mengonsumsi minuman dingin konsumsi paracetamol atau ibuprofen
4. Gejala terinfeksi virus corona berupa Covid tongue juga bisa menyebabkan infeksi serius di mulut.
Apabila ada gejala Covid-19 lain yang menyertai, sangat disarankan untuk segera menemui dokter.
Gajala Covid-19 pada Anak
Baca: Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemukulan Petugas Pemakaman Covid-19 di Malang
Baca: Pasien Meninggal Tertukar, Petugas Pemakamakan Jenazah Covid-19 Dipukul hingga Pingsan
Penularan Covid-19 pada anak-anak harus diwaspadai.
Diberitakan Tribunnews, sebuah studi terbaru mengatakan gejala Covid-19 pada anak berbeda dengan orang dewasa.
Tim peneliti dari Covid-19 Symptoms Tracker menemukan gejala khusus apabila virus corona menyerang anak-anak.
Gejala tersebut antara lain, kelelahan, demam, dan sakit kepala.
Berbeda dengan orang dewasa, anak yang terpapar virus corona justru jarang sekali menunjukkan gejala batuk atau kehilangan penciuman.
"Kami perlu memberi tahu orang-orang bahwa gejala terpapar Covid-19 berbeda-beda tergantung rentang usia," kata Profesor Tim Spector, dari King's College London, yang memimpin penelitian, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/9/2020).
Baca: Kasus Covid-19 Terus Meroket, Polri akan Gelar Razia Masker Gabungan, Sanksi Bakal Lebih Tegas
Penelitian tersebut didasar atas laporan 198 anak terpapar covid-19 di Inggris.
Hasilnya, sepertiga dari mereka tak menunjukkan gejala apa pun.
Sementara sisanya menunjukkan gejala yang berbeda dari orang dewasa.
Hanya 38 persen yang merasakan sakit tenggorokan.
Kemudian 15 persen mengalami penurunan nafsu makan.
Sementara 15 persen mengalami ruam kluit, dan 13 persen mengalami diare.
Baca: 6 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, Ribuan Hoaks hingga Teori Konspirasi yang Persulit Penanganan
Karenanya, tim menganjurkan agar anak-anak tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.
"Yang ingin kami lakukan bukanlah mendorong anak untuk menjalani tes, tetapi mendorong konsep pembelajaran jarak jauh untuk meminimalisir aktivitas anak-anak di sekolah." kata Spector.
Spector menambahkan, perbedaan gejala antara anak dan orang dewasa ini, kemungkinkan disebabkan adanya perbedaan sistem kekebalan tubuh masing-masing dalam menanggapi virus.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)