Kasus Covid-19 Terus Meroket, Polri akan Gelar Razia Masker Gabungan, Sanksi Bakal Lebih Tegas

Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, meminta seluruh elemen penegak hukum bergerak bersama tegakkan protokol kesehatan


zoom-inlihat foto
petugas-gabungan-tni-polri-satpol-pp-dan-dishub-dkijakarta-menggelar-operasi-tertib-masker.jpg
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TERTIB MASKER - Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub DKI.Jakarta, menggelar operasi tertib masker di 57 titik wilayah ibukota, Kamis (10/9/2020). Kegiatan ini digelar dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di Jakarta yang semakin tak terkendali dan membuat Gubernur Anies Baswedan melakukan tarik rem darurat dalam penanganan Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Karenanya, pemerintah bahu membahu untuk menekan laju penularan virus corona.

Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, meminta seluruh elemen penegak hukum bertindak bersama.

"Seluruhnya gerak bersama tidak ada egosentris dan saling berkontribusi melakukan yang terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara ini," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, dikutip Tribunnews Kamis (10/9/2020)

Gatot, yang juga Wakil Ketua II Tim Pelaksana dari Komite Pencegahan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional, mengatakan perlunya penegakan penggunaan masker gabungan alias bersama-sama.

"Kondisi ini harus dilaksanakan secara lebih tegas. Makanya kita harus bersama-sama untuk operasi penegakan masker. Nanti di situ ada polisi ada TNI ada Satpol PP ada Kejaksaan ada dari hakim yang kita akan lakukan secara masif mulai siang malam hari untuk masyarakat dengan sanksi yang lebih tegas," tandasnya.

Baca: Ngeyel Tak Pakai Masker, Warga Jakarta Dimasukkan ke Peti Mati Covid-19, Ini Penjelasan Satpol PP

Sejumlah pengunjung terjaring razia masker yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang di Pasar Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/8/2020). Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker harus melakukan gerakan olahraga atau menghafal Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia.
Sejumlah pengunjung terjaring razia masker yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang di Pasar Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/8/2020). Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker harus melakukan gerakan olahraga atau menghafal Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Tak hanya itu, berbarengan, pihaknya juga akan membagikan 34 juta masker kepada masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak memiliki alasan tak punya masker.

"Total masker secara simbolik akan dibagikan seluruh Indonesia semuanya 34 juta masker. Nanti akan dibagikan secara serentak dan secara bertahap," jelasnya.

Ia berharap masker menjadi gaya hidup baru di era pandemi Covid-19.

"Dalam adaptasi kebiasaan baru, bagaimana masker sebagai lifestyle dan gaya hidup sebagai gaya baru kita serta menjadikan protokol covid 19 sebagai perisai kehidupan dari bahaya covid 19," pungkasnya.

Denda Pengendara Tak Pakai Masker Bisa Capai Rp 1 Juta

ILUSTRASI - PERPANJANGAN PSBB - Petugas gabungan melakukan pemeriksaan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
ILUSTRASI - PERPANJANGAN PSBB - Petugas gabungan melakukan pemeriksaan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)


Baca: Viral, Mempelai Pria Disuruh Push Up di Pelaminan Gegara Tak Pakai Masker

Pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengenakan penutup wajah atau masker saat beraktifitas selama masa pengendalian virus corona alias Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikenakan sanksi hingga Rp 1 juta.

Hal tersebut termaktub dalam Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Pergub yang diteken tanggal 19 Agustus 2020 itu diatur denda progresif bagi setiap warga, pelaku usaha, dan penanggung jawab fasilitas umum yang berulang kali melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Baca: Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Dihentikan, Sukarelawan Mengaku Tak Khawatir

Secara khusus, aturan sanksi bagi warga yang tidak menggunakan masker diatur dalam Pasal 5 Pergub tersebut.

Apabila warga tak menggunakan masker sesuai ketentuan tersebut, maka mereka dapat dikenakan sanksi administratif sebesar Rp 250.000 atau kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama satu jam.

Jika mereka kembali melakukan pelanggaran, maka mereka dapat dikenakan sanksi administratif sebesar Rp 500.000 atau kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama dua jam.

"Pelanggaran berulang dua kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 menit (tiga jam) atau denda administratif paling banyak sebesar Rp 750.000," bunyi Pasal 5 Ayat 2b.

Apabila pelanggaran tak menggunakan masker dilakukan berulang sebanyak tiga kali atau lebih, maka warga dikenakan sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama empat jam atau denda administratif sebesar Rp 1 juta.

Baca: Satpol PP Razia Puluhan Ribu Warga di Jakarta yang Tak Pakai Masker, Uang Denda Capai Rp 570 Juta





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved