Cara Inggris Tekan Laju Virus Covid-19: Hadiri Pesta Denda Rp15 Juta, Bikin Pesta Rp190 Juta

Orang-orang yang tetap nekad menghadiri pesta rumah ilegal akan menghadapi denda £800 atau sekitar Rp15 juta mulai minggu depan.


zoom-inlihat foto
priti-patel-005.jpg
PA VIA DAILYMAIL
Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel akan menghukum berat pelanggaran atura lockdown. Orang-orang yang tetap nekad menghadiri pesta atau pertemaua akan denda £800 (Rp15 juta (kurs), bila melanggar berulang bisa denda hingga Rp121 juta. Sementara bagi tuan rumah pesta, langsung didenda sebesar Rp190 juta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, mengumumkan hukuman berat bagi siapa pun yang menghadiri pesta atau pertemuan yang terdiri 15 orang atau lebih saat dia mengecam orang-orang yang bersuka ria karena menyebarkan Covid-19.

Orang-orang yang tetap nekad menghadiri pesta rumah ilegal akan menghadapi denda £800 atau sekitar Rp15 juta (kurs Rp19.000/poundsterling) mulai minggu depan.

Denda akan berlipat ganda untuk setiap pelanggaran berulang, hingga maksimum £6.400 (Rp121,6 juta), dia mengumumkan saat dia memimpin konferensi pers di Downing Street.

Sementara tuan rumah pesta ilegal langsung didenda sebesar £10.000 (Rp190 juta) pada pelanggaran pertama.

Diapit Patel, Kepala National Health Service (NHS) Inggris untuk London Dr Vin Diwakar membandingkan melanggar aturan dengan menyalakan lampu di tengah-tengah pemadaman selama Blitz.

Istilah ini mengacu pada serangkaian pengeboman strategis berkelanjutan terhadap Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara (Britania Raya secara keseluruhan) yang dilancarkan oleh Jerman selama Perang Dunia II.

Baca: Mulai 24 Januari, Singapura Berlakukan Tes Covid-19 untuk Semua Turis yang Masuk Lewat Bandara

priti patel Ok001
Menteri Dalam Negeri Priti Patel mengumumkan hukuman berat untuk orang-orang yang nekat pergi ke pertemuan atau pesta ilegal ketika dia mengecam orang-orang yang membantu penyebaran Covid.

Peristiwa itu berlangsung sejak tanggal 7 September 1940 hingga Mei 1941.

Rumah-rumah terpaksa menjadi gelap selama kampanye pemboman Nazi pada tahun 1940 dan 1941 untuk menghindari lampu yang secara tidak sengaja membantu mengarahkan pembom ke sasaran mereka.

"Itu tidak hanya membuat Anda berisiko di rumah Anda, itu juga membahayakan seluruh jalan Anda dan seluruh komunitas Anda, '' kata Dr Diwakar, dikutip Daily Mail, Kamis (21/1/2021).

Baca: Pidato Pertama sebagai Presiden AS, Joe Biden Ajak Hening Cipta, Doakan Korban Covid-19 di AS

Inggris memang termasuk negara terdampak paling parah berkaitan pandemi global corona.





Halaman
1234
Editor: haerahr




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved