TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden AS Joe Biden mengajak audiens untuk mengheningkan cipta dalam acara pelantikannya di Front Barat Capitol AS, Washington DC, Rabu (20/1/2021).
Hal itu dilakukan untuk mengenang dan mendoakan korban Covid-19 di Amerika.
"Dan dalam tindakan pertama saya sebagai presiden, saya ingin meminta Anda untuk bergabung dengan saya di saat-saat doa hening (hening cipta)," kata Presiden.
"Mengingat semua orang yang kehilangan kita tahun lalu karena pandemi, 400.000 orang Amerika, ibu, ayah, suami, istri, putra, putri, teman, tetangga, dan rekan kerja," lanjutnya.
"Kami akan menghormati mereka dengan menjadi orang-orang di bangsa yang kami tahu bisa dan harus kami capai."
"Jadi, saya meminta Anda untuk mendoakan mereka yang telah kehilangan nyawa dan mereka yang tertinggal dan untuk negara kita."
Setelah melakukan hening cipta, Biden kembali melanjutkan pidatonya.
Dia tak menampik tugasnya sebagai Presiden AS tak akan mudah.
Baca: Pertama Masuk Bursa Capres 1987, Joe Biden Dilantik Jadi Presiden Amerika 34 Tahun Kemudian
Pasalnya AS tengah menghadapi situasi yang sulit, di mana politik kacau di tengah pandemi.
"Teman-teman, ini saat pengujian. Kami menghadapi serangan terhadap demokrasi kami dan kebenaran, virus yang mengamuk, ketidakadilan yang meningkat, sengatan rasisme sistemik, iklim dalam krisis, peran Amerika di dunia."
"Salah satu dari ini akan cukup untuk menantang kita dengan cara yang mendalam, tetapi kenyataannya kita menghadapi mereka semua sekaligus, memberikan bangsa ini dengan salah satu tanggung jawab paling berat yang kita miliki."
Kendati demikian, dia yakin Amerika bisa mengatasi masalahnya.
Hingga pada suatu masa akan menjadi sejarah yang manis bagi AS.
"Semoga ini menjadi kisah yang membimbing kita, kisah yang menginspirasi kita, dan kisah yang menceritakan zaman yang akan datang yang kita jawab panggilan sejarah."
Baca: Resmi Dilantik, Joe Biden Jadi Presiden Tertua dalam Sejarah AS, Masalah Kesehatan Jadi Sorotan
Baca: Dilantik, Joe Biden Bakal Akhiri Muslim Travel Ban, Beri Jalan Jutaan Migran yang Tak Punya Dokumen
"Kami bertemu saat itu. Demokrasi dan harapan, kebenaran dan keadilan tidak mati dalam pengawasan kita tetapi berkembang, bahwa Amerika mengamankan kebebasan di rumah dan berdiri sekali lagi adalah suar bagi dunia."
"Itulah yang kita berutang kepada leluhur kita, satu sama lain, dan generasi untuk mengikuti."
"Jadi, dengan tujuan dan hasil, kita beralih ke tugas-tugas di zaman kita, ditopang oleh iman, didorong oleh keyakinan, mengabdi satu sama lain di negara yang kita cintai dengan segenap hati kita. Semoga Tuhan memberkati Amerika dan semoga Tuhan melindungi pasukan kita. Terima kasih, Amerika."
Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik menjadi presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS).
Pelantikan dilakukan di Gedung Capitol Washington DC, pada Rabu (20/1/2021), waktu setempat.
Menggantikan Donald Trump, Joe Biden dari Partai Demokrat dilantik sebagai Presiden ke 46 Amerika Serikat.