Dia keluar dari primary Demokrat, namun, setelah laporan muncul bahwa dia telah menjiplak bagian dari pidato.
Biden menderita sakit kepala parah selama kampanye.
Tak lama setelah dia keluar pada tahun 1988, dokter menemukan bahwa dia memiliki dua aneurisma otak yang mengancam jiwa.
Komplikasi dari operasi otak berikutnya menyebabkan pembekuan darah di paru-parunya, yang, pada gilirannya, menyebabkan dia menjalani operasi lain.
Selalu tangguh, Biden kembali ke Senat setelah melewati masa pemulihan tujuh bulan.
Baca: Pemerintah Inggris Mulai Pepet Joe Biden, Berharap Bisa Jadi Rekan untuk Lawan Hegemoni China
Biden memulai upaya keduanya di Gedung Putih 20 tahun kemudian, selama primary 2008, tetapi keluar setelah mengamankan hanya 1 persen dari delegasi di kaukus Demokrat Iowa.
Terlepas dari kegemarannya akan kesalahan besar, Barack Obama mengetuknya menjadi calon wakil presiden setelah memenangkan nominasi Demokrat.
Dalam pemilihan presiden November 2008, Obama dan Biden mengalahkan lawan Republik mereka, John McCain dan Sarah Palin, dengan 52,9 persen suara rakyat.
Pada 2012 mereka mengalahkan penantang dari Partai Republik, Mitt Romney dan pasangannya Paul Ryan.
Setelah menjabat pada Januari 2009 sebagai wakil presiden ke-47 Amerika Serikat, Biden dituduh mengawasi paket stimulus ekonomi $ 787 miliar, menjalankan gugus tugas kelas menengah dan menghidupkan kembali perjanjian pengurangan senjata dengan Rusia.
Dia juga memainkan peran penasehat yang kuat sehubungan dengan konflik di Irak dan Afghanistan.
Baca: Meski Akui Kemenangan Presiden AS Baru Joe Biden, Donald Trump Ternyata Sesumbar Masih Ingin Melawan
Biden dianggap sebagai calon presiden pada tahun 2016, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.
Mencalonkan diri untuk pemilihan kembali pada 2012, tim Obama-Biden menghadapi penantang Republik Mitt Romney , mantan gubernur Massachusetts, dan wakil presiden wakil presiden Romney, Perwakilan AS Paul Ryan dari Wisconsin.
Obama mengalahkan Romney dalam pemilihan 2012, mendapatkan masa jabatan kedua sebagai presiden dan Biden masa jabatan lainnya sebagai wakil presiden.
Presiden Obama menerima hampir 60 persen suara pemilih, dan memenangkan suara rakyat dengan lebih dari 1 juta suara.
Belakangan tahun itu, Biden menunjukkan betapa dia seorang wakil presiden yang berpengaruh.
Dia berperan penting dalam mencapai kesepakatan bipartisan tentang kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran untuk menghindari krisis tebing fiskal.
Dengan tenggat waktu yang menjulang, Biden mampu membuat kesepakatan dengan Pemimpin Minoritas Senat, Mitch McConnell.
Pada 1 Januari 2013, RUU tebing fiskal disahkan di Senat setelah berbulan-bulan negosiasi yang sulit. DPR menyetujui hari itu juga.
Sekitar waktu ini, Biden juga menjadi tokoh utama dalam debat nasional tentang kontrol senjata.