TRIBUNNEWSWIKI.COM - Suasana politik di Amerika Serikat (AS) masih kacau.
Ketegangan politik masih terasa jelang pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden.
Suasana rusuh pertama kali terasa ketika pendukung Trump menyerbu parlemen di Gedung Capitol, Rabu (6/1/2021) silam.
Bahkan, dalam insiden itu ada pendemo yang disebut punya maksud membunuh parlemen.
Kendati demikian, penyidik Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan, mereka belum menemukan bukti bahwa pendukung presiden hendak melakukan tindakan itu.
Kementerian Kehakiman AS mengatakan, meski beberapa pendukung Trump berteriak ingin menangkap Pence, belum ada bukti yang menunjukkan adanya upaya serius untuk melakukannya.
Setelahnya, AS mengamankan 20 ribu tentara Garda Nasional untuk amankan pelantikan Joe Biden.
Baca: Tak Undang Jill Biden Tur Gedung Putih, Melania Trump Jadi Ibu Negara Pertama yang Langgar Tradisi
Baca: Catatan Miring Akhir Jabatan Trump: Langgar Tradisi Gedung Putih, Tak Dapat Penghormatan Ala Militer
Kendaraan Lapis Baja Dicuri
Tidak berhenti di situ saja.
Sebuah kendaraan lapis baja dicuri dari fasilitas Garda Nasional di pinggiran Los Angeles, beberapa hari sebelum pelantikan Joe Biden.
Diberitakan Tribunnews, kendaraan kamuflase hijau yang dicuri itu memiliki 4 pintu, berplat nomor 4OBSBHQ6.
Nomor administrasi Humvee WV57TO-HQ06/M1165A1 dan nomor registrasinya adalah NZ311R.
FBI lalu menawarkan hadiah 10.000 dollar AS (Rp 141 juta) bagi siapa pun yang menemukan Humvee militer seharga 120.000 dollar AS (Rp 1,7 miliar) tersebut.
FBI juga memperingatkan bahwa mencuri fasilitas militer akan mendapat hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Baca: Donald Trump Obral Grasi Jelang Lengser, Pemohon Harus Bayar Puluhan Ribu Dolar untuk Lobi Presiden
Baca: Gladi Bersih Pelantikan Joe Biden Kacau: Kebakaran Biasa Dikira Bom, Peserta Gladi Berlari Panik
Laptop Ketua DPR Juga Digasak
FBI sedang menyelidiki kasus hilangnya laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang hilang pada saat terjadi kerusuhan di Gedung Capitol, Rabu (6/1/2021).
Sementara, sebuah rekaman menunjukkan seorang wanita bernama June Williams di dekat kantor Pelosi.
Diberitakan Politico, dia diyakini mencuri laptop dan hard drive.
Wanita itu diduga bermaksud menjualnya ke mata-mata Rusia.