Kalah dalam Gugatan 1,1 Ton Emas, PT Antam Akan Ajukan Banding: Kami Tetap Tidak Bersalah

Antam kalah dalam kasus gugatan oleh Budi Said terkait pembelian emas batangan di butik logam mulia Antam.


zoom-inlihat foto
emas-antam.jpg
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Ilustrasi emas Antam. PT Aneka Tambang akan mengajukan banding atas gugatan yang dilayangkan oleh Budi Said, pengusaha asal Surabaya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan mengajukan banding setelah diputuskan harus membayar Rp817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said, pengusaha asal Surabaya, oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, PT Antam kalah dalam kasus gugatan oleh Budi Said terkait pembelian emas batangan di butik logam mulia Antam.

Namun, SVP Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko, menegaskan PT Antam tetap tidak bersalah.

“Kami menegaskan bahwa Antam tetap berada pada posisi tidak bersalah atas gugatan yang diajukan Budi Said. Melalui kuasa hukum kami akan mengajukan banding,” kata Kunto Hendrapawoko dilansir dari Kompas yang mengutip Antara, Selasa (19/1/2021).

Pada 13 Januari 2021 Budi Said berhasil menang dalam gugatannya terhadap PT Antam, dan akan menerima ganti rugi setara 1,1 ton emas.

"Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, menghukum tergugat satu membayar kerugian kepada penggugat sebesar: Rp 817.465.600.000, sebagai nilai kerugian setara dengan nilai harga emas batangan Antam Lokasi Butik Emas LM-Surabaya Pemuda seberat 1.136 kilogram," bunyi putusan yang dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya, dikutip dari Kompas.

Gugatan itu dilayangkan karena Budi Said mengklaim telah membayar pembelian emas batangan 24 karat Antam seberat 7.071 kilogram atau 7,071 ton.

Baca: PT Antam Diharuskan Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Berikut Kronologi dan Duduk Perkaranya

Lambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)
Lambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) (antam.com)

Namun Budi Said mengaku hanya menerima emas Antam sebanyak 5,935 ton, sedangkan selisihnya sebanyak 1,136 ton tidak pernah diterimanya.

Menurut Kunto, Antam telah menyerahkan semua barang sesuai dengan kuantitas yang dibayar oleh Budi Said kepada pihak yang diberi kuasa oleh Budi Said yang mengacu kepada harga resmi dan yang bersangkutan juga mengakui telah menerima barang tersebut.

“Antam menegaskan tidak pernah menerapkan harga diskon dan hanya bertransaksi dengan harga yang dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan. Antam menganggap gugatan ini tidak masuk akal dan tidak berdasar. Oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini juga telah dijatuhi hukuman pidana,” kata Kunto.





Halaman
1234
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved