DPR Sebut Tambang dan Kebun Ilegal di Tanah Air Capai 17 Juta Hektar, Berikut Rinciannya

Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan negara merugi dua kali karena praktik ini.


zoom-inlihat foto
wakil-ketua-komisi-iv-dpr-ri-dedi-mulyadi-2.jpg
Kompas
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi IV DPR RI menyebut tambang dan kebun ilegal di Indonesia mencapai 17 juta hektar.

Rinciannya adalah tambang ilegal sebanyak 8,7 juta hektar dan kebun ilegal sebanyak 8,4 juta hektar.

Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi pada Selasa, (19/1/2021), mengatakan negara harus mengambil langkah hukum karena jumlah tambang dan kebun ilegal di tanah air sudah sangat luas.

Dedi mengatakan negara merugi dua kali karena praktik ilegal tersebut.

Negara, kata Dedi, harus segera menyelamatkan hutan yang dipakai untuk kegiatan ilegal itu.

 "Jangan sampai kerugian dibiarkan. Negara rugi dua kali, sementara mereka menikmati hasil kebun dan tambang ilegal. Harus ada langkah penanganan hukum. Itu diperlukan tangan-tangan kuat dari negara," kata Dedi, Selasa (19/1/2020), dikutip dari Kompas.

Dedi menjelaskan kebun dan tambang ilegal itu tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Ia memerinci kebun dan tambang ilegal di Kalimantan Tengah masing-masing mencapai 3.934.963 hektar dan 3.570.519,20 hektar.

Baca: Banjir Kalimantan, Ada yang Ngotot Minta Penambangan Dibuka, Dedi Mulyadi: Kok Masih Mikir Korporasi

Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Gubernur Bangka Belitung terkait kerusakan lingkungan, di ruang rapat Komisi IV Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2020)
Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Gubernur Bangka Belitung terkait kerusakan lingkungan, di ruang rapat Komisi IV Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2020) (Kompas)

Lalu, di Kalimantan Timur kebun ilegal mencapai 750.829 hektar dan tambang ilegal 774.519 hektar.

Selanjutnya di Kalimantan Barat, kebun ilegal memcapai 2.145.846 hektar dan tambang ilegal 3.602.263 hektar.





Halaman
1234
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved