Beredar Teori Penyuntikan Vaksin Jokowi Gagal, Profesor Zubairi Jelaskan Lewat Utas Twitter

Tanggapi isu suntik vaksin Covid-19 Jokowi gagal, Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban jbantah lewat utas Twitter


zoom-inlihat foto
presiden-jokowi-menjadi-pertama-yang-disuntik-vaksin-covid-19-rabu-1312020.jpg
Biro Pers Sekretariat Presiden - Laily Rachev
Presiden Jokowi menjadi pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah teori yang mengatakan penyuntikan vaksin Sinovac terhadap Presiden Jokowi gagal, ramai dibicarakan warganet.

Pasalnya seorang dokter asal Cirebon mengatakan cara penyuntikan vaksin terhadap Jokowi salah.

Menurut sang dokter, penyuntikan tersebut gagal karena tak tepat sasaran.

Suntikan vaksin tersebut harusya menembus otot, bukan hanya di kulit.

Pesan tersebut ditulis oleh dr. Taufiq Muhibbuddin Waly Sp.PD.

“Suntikan vaksin yang dilakukan pada Anda hanyalah sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan). Itu berarti vaksin tidak masuk ke darah,” tulis Taufiq dalam pesan tersebut.

Menanggapi viralnya isu pesan berantai di media sosial dan WAG soal vaksinasi Jokowi, Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban jelaskan lewat utas Twitternya.

Ia pun menuliskan jika isu tersebut bermula dari seorang dokter di Cirebon yang mengatakan injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat).

Baca: Rekam Jejak Ribka Tjiptaning yang Dirotasi Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Pernah Jadi Dokter

Baca: Paling Keras Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Dirotasi PDIP, Digeser ke Komisi VII DPR RI

Dikutip dari akun Twitternya @ProfesorZubairi, Selasa (19/1/202), Zubairi dengan tegas mengatakan jika isu vaksinasi Jokowi gagal adalah tidak benar.

"Menurut dokter itu, vaksin yang diterima @jokowi tidak menembus otot, karena tidak 90 derajat. Sehingga, dianggapnya, vaksin tersebut tidak masuk ke dalam darah, dan hanya sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan). Apakah benar?," tulisnya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved