Tak Percaya Jenazah Covid-19 Sudah Disalatkan, Warga Tuban Congkel Peti hingga Gunting Kain Kafan 

Tak percaya petugas sudah salatkan jenazah, 3 warga di Tuban nekat congkel dan gunting kain kafan jenazah Covid-19.


zoom-inlihat foto
petugas-makamkan-jenazah-covid-19-pakai-tangan.jpg
Tangkapan layar video via Kompas.com
10 Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terpaksa menguburkan jenazah pasien covid-19 menggunakan tangan di Kecamatan Ambulu lantaran tak dipinjami cangkul oleh warga sekitar.


TRIBUNNEWSWIKi.COM - Beberapa warga yang masih tak percaya jika jenazah Covid-19 telah disalatkan mencoba membuat provokasi.

Warga asal Tuban nekat mencongkel peti jenazah dan menggunting kain kafan jenazah Covid-19 karena tak percaya petugas telah menyolatkannya.

Pahadal petugas sudah menunjukkan bukti video saat dilakukannya salat jenazah.

Tim medis pun menyertakan surat hasil swab jenazah Covid-19 kepada warga yang protes.

Namun, perbuatan baik para medis ini tak digubris warga yang tak percaya.

Tiga warga yang melakukan perbuatan nekat tersebut kemudian harus mempertanggungjawabkan aksi mereka di kepolisian.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengungkapkan, mereka adalah NU (38), AA(32) dan N (53) yang diketahui warga setempat.

Mereka diduga melanggar UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Baca: Kena Razia Protokol Kesehatan, 19 Warga Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel

Baca: Viral, Jenazah Ditandu Puluhan Kilometer Tembus Belantara dalam Gelap Malam, Tak Ada Ambulans

Aksi yang dilakukan para pelaku bermula rasa tidak percaya jika jenazah pasien covid-19 sudah disalati.

Kemudian memprovokasi warga setempat untuk melakukan penghadangan dan pengambilan paksa jenazah covid-19 saat akan tiba di rumah duka.

Lalu mereka memotori untuk mengambil jenazah di ambulan tersebut, selanjutnya disalati kemudian dimakamkan.

"Ada linggis dan gunting yang kita amankan dari pelaku, tersangka diancam hukuman 1 tahun penjara.

Tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun, hanya dikenakan wajib lapor," bebernya di Mapolres, Senin (18/1/2021).

Perwira menengah itu menambahkan, berdasarkan keterangan dari saksi, ketiga orang ini masih ada hubungan keluarga dengan pasien yang telah meninggal.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Tuban menetapkan tiga warga itu sebagai tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien covid-19, di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo.

Dalam kasus itu, polisi mengamankan linggis yang digunakan untuk mencongkel peti dan gunting untuk membuka kafan jenazah.

Selain itu, hasil swab pasien yang dinyatakan positif Covid-19 juga dijadikan sebagai barang bukti.

"Linggis dan gunting digunakan ketiga pelaku dalam pengambilan paksa jenazah covid-19, dipaksa turun dari ambulan," katanya.

Tim pemakam jenazah dari BPBD Samarinda saat menguburkan salah satu jenazah Covid-19 di TPU Raudlatul Jannah, Jalan Serayu, Tanah Merah, Kota Samarinda, Kaltim, akhir September 2020.
Tim pemakam jenazah dari BPBD Samarinda saat menguburkan salah satu jenazah Covid-19 di TPU Raudlatul Jannah, Jalan Serayu, Tanah Merah, Kota Samarinda, Kaltim, akhir September 2020. (Dok. BPBD Samarinda)

Sebelum menetapkan tiga orang tersangka, polisi memanggil 6 orang sebagai saksi guna dimintai keterangan atas kasus tersebut.

"Tiga orang yang memenuhi unsur ditetapkan tersangka, kini masih diperiksa penyidik. Kita meminta jangan ada lagi masyarakat melakukan pengambilan paksa jenazah covid-19, karena membahayakan keselamatan," ujarnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved