Dalam 1 vial berukuran 2 mililiter tersebut, jelas Bambang, berisi 1 dosis vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada penerima vaksin.
"Sama seperti vaksin lainnya, karena memang ada standar dari BPOM soal informasi apa saja yang ada di vial tersebut," ungkap Bambang.
"Umumnya berisi, nama produk, komposisi vaksin, petunjuk penyimpanan, nama produsen, nomor batch, expired date atau production date, dan precaution misalnya harus resep dokter (on medical preciption only)," paparnya.
Bahan vial tersebut memenuhi standar US pharmacopeia dan ISO, yakni vials type 1.
Selain itu, Bambang juga menegaskan pada vial tidak tertulis "Only for Clinical Trial".
"Tidak ada dong. kan bukan buat uji klinis," tandasnya.
(Tribunnewswiki.com/Nur/Sara, Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai"