Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 Tetap Bisa Diberi Vaksin, Tak Akan Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Jika OTG terlanjur divaksin, Kemenkes Ungkap tak ada efek buruk yang bakal terjadi


zoom-inlihat foto
seorang-pekerja-medis-menunjukkan-jarum-suntik-dengan-vaksin-biotek-sinovac.jpg
STR / AFP
ILUSTRASI - Seorang pekerja medis menunjukkan jarum suntik dengan vaksin Biotek Sinovac melawan virus korona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan, seseorang yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 tetap bisa diberi vaksin.

Dengan demikian, orang yang akan menjalani vaksinasi tidak perlu tes swab.

"Tetap vaksin saja, tidak harus periksa (tes swab dulu)," ujar Siti Nadia Tarmizi seperti dilansir Kompas.com, Minggu (17/01/2021).

Diberitakan Kompas.tv, OTG yang telanjur divaksin tidak akan mendapat efek yang membayakan.

"Tidak apa-apa (OTG divaksin Covid-19 dan tidak berefek buruk)," jelasnya.

Kendati demikian, perlu dicatat dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 tidak disebutkan jelas apakah OTG bisa mendapat vaksin atau tidak.

Dalam surat tersebut diatur skrining sebelum vaksinasi.

Mekanismenya, calon penerima harus menjawab beberapa pertanyaan serta dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan suhu tubuh.

Skrining juga berfungsi untuk mengurangi risiko berat setelah penyuntikan vaksin.

Meski demikian, apabila seorang OTG lolos skrining, maka tetap akan diberi vaksin dan tidak memiliki efek berbahaya bagi yang bersangkutan.

Vaksin Sinovac Boleh Digunakan Meski Uji Fase III Belum Selesai

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech saat pelaksanaan vaksin untuk tenaga medis di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/20210). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech saat pelaksanaan vaksin untuk tenaga medis di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/20210). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)


Baca: Daftar Vaksinasi Covid-19 Bisa Lewat Chatbot WhatsApp, Begini Caranya

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) jelaskan alasan vaksin Sinovac boleh digunakan meski belum selesai uji klinis fase III.

Ketua BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd ini sudah memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk digunakan.

Selain itu vaksin Sinovac juga sudah memiliki mutu yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Vaksin sudah diizinkan padahal uji klinik belum selesai, nah itu karena ada persetujuan, emergency use authorization.

Itu bisa kita keluarkan di mana situasi darurat dan sudah ada deklarasai situasi darurat," ujarnya dalam webinar Ikatan Alumni ITB, Sabtu (16/1/2021) seperti dikutip dari Kompas.com.

Penny menjelaskan, dengan penerbitan EUA dan vaksinasi bisa segera dilakukan, itu merupakan langkah yang lebih baik karena manfaat yang didapat lebih besar.

Hal ini dinilai lebih baik daripada risiko apabila tidak ada vaksinasi.

"Dan tentunya belum ada alternatif lain, sehingga itulah yang membuat izin penggunaan bisa diberikan walaupun dengan uji klinis itu sendiri masih dalam pemantauan sampai full report yaitu 6 bulan," jelas dia.

Baca: TERNYATA Inilah Efek Samping Vaksin Covid-19 dari Merk Sinovac, Mulai dari Ringan hingga Berat

Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021. (botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19)

Dia melanjutkan, vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi 65,3 persen.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved