TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis sebuah video tak lama setelah dirinya dimakzulkan untuk kedua kali, pada Rabu (13/1/2021) waktu setempat.
Akan tetapi, video itu tak ada hubungannya dengan pemakzulan.
Presiden ke-45 AS itu mendesak para pendukungnya untuk menghindari kekerasan dan kekacauan politik, hal yang tak biasa dilakukan olehnya.
Namun, yang paling menonjol dari pernyataan tersebut adalah cara penyampaiannya.
Trump berbicara langsung ke kamera, menggunakan teleprompter untuk tetap mengikuti skrip.
Video itu diunggah di Kanal Youtube Gedung Putih, dan dibagikan pula oleh Official Twitter Gedung Putih.
Pasalnya, akun pribadi Trump telah ditutup permanen oleh Twitter.
Cara penyampaian Trump seperti ini benar-benar tidak seperti biasanya, yang langsung memberikan pidato prime time di depan pers.
Pilih 'Sembunyi' dari Media
Baca: Alasan Demokrat Ngotot Lakukan Pemakzulan, Jika Upaya Berhasil, Donald Trump Tak Bisa Nyapres Lagi
Faktanya, Trump belum melakukan wawancara sama sekali sejak kerusuhan di Gedung Capitol.
Dilansir Politico, baik presiden maupun para pembantunya, mangkir dari permintaan wawancara.
Mereka juga tidak memberikan statemen tentang pemakzulan.
Dan setelah dia dilarang dari Twitter, diskusi tentang pemindahan presiden ke situs media sosial alternatif juga telah ditangguhkan.
Menjauhi sorotan media seperti ini melenceng dari figur Donald Trump.
Baca: Pendukung Trump Tewas Tertembak di Gedung Capitol, Joe Biden: Ini Bukan Protes, Ini Pemberontakan
Ini juga menggambarkan betapa parahnya dampak yang ia buat atas tindakannya, menghasut pendukung yang berujung kerusuhan.
Seorang mantan ajudan mengatakan dia belum pernah melihat tingkat ketenangan seperti ini dari Trump sejak rekaman bom "Access Hollywood" dirilis pada tahun 2016.
“Ini adalah salah satu dari beberapa kali dia merasakan besar (genting)nya situasi,” kata ajudan itu.
Disarankan untuk Diam
Baca: Mike Pence Tolak Gulingkan Trump, Pentolan Partai Republik Malah Mantap Dukung Pemakzulan Presiden
Dikelilingi para pembantu senior dan pejuang kampanyenya, Trump telah menunjukkan sedikit minat untuk mencoba memutar narasi tentang pemakzulan.
Dia disarankan untuk tidak menonjolkan diri.