TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Demokrat tengah berupaya untuk memakzulkan Presiden Donald Trump untuk kali kedua.
Terkait rencana ini, DPR AS akan mulai mengadakan pemungutan suara pada hari ini, Rabu (13/1/2021).
Tampaknya, usaha melengserkan Trump sebelum jabatannya berakhir mendapat angin segar.
Pasalnya, beberapa tokoh Partai Republik justru mendukung langkah itu.
Satu di antaranya adalah Liz Cheney, anggota Partai Republik paling senior ketiga di DPR.
Dia mengatakan akan memilih untuk mendakwa Trump atas kerusuhan Capitol pekan lalu.
Diberitakan BBC, ini menjadi yang pertama kalinya seorang pemimpin partai presiden sendiri melakukannya, sejak masa Richard Nixon menjabat.
"Tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari jabatannya oleh Presiden Amerika Serikat dan sumpahnya pada Konstitusi," kata Cheney, yang juga putri mantan Wakil Presiden Dick Cheney itu.
Baca: Jelang Pemakzulan, Trump Tuding Antifa Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Bukan Pendukungnya
Perwakilan Wyoming menambahkan, Trump telah "memanggil massa ini, mengumpulkan massa, menyalakan api serangan ini".
Dua anggota DPR Republik lainnya, John Katko dan Adam Kinzinger, mengatakan mereka juga akan memilih pemakzulan.
Sementara pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy, menyebut tak akan meminta anggotanya untuk menentang pemakzulan.
Hal ini mengartikan, ia membebaskan Republik untuk menentukan sikap.
Bahkan, menurut New York Times, pemimpin Senat Republik Mitch McConnell telah mengatakan kepada orang kepercayaan bahwa dia senang Demokrat ingin mendakwa presiden karena dia yakin itu akan membantu menyingkirkan Trump dari partai Republik.
Mike Pence Tolak Gulingkan Presiden
Baca: Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Pemimpin Bisnis AS Desak Pence Usir Trump dari Gedung Putih
Pada hari Selasa, Wakil Presiden Mike Pence menolak resolusi Partai Demokrat yang meminta dia untuk membantu menggulingkan Trump di bawah ketentuan konstitusional.
Partai Demokrat telah mendesak Pence untuk meminta Pasal 4 dari Amandemen ke-25, yang akan memungkinkan mayoritas kabinet mencopot kekuasaan presiden jika dia dianggap tidak dapat menjalankan tugasnya.
Namun dalam sepucuk surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi, Pence mengatakan: "Di bawah Konstitusi kami, Amandemen ke-25 bukanlah sarana hukuman atau perampasan.
"Menerapkan Amandemen ke-25 sedemikian rupa akan menjadi preseden yang buruk."
Penolakan Pence untuk ikut serta berarti bahwa Demokrat akan melanjutkan pemungutan suara impeachment pada Rabu waktu makan siang.
Apa yang dikatakan Trump?
Baca: Donald Trump Tak Mau Hadiri Acara Pelantikan, Joe Biden: Itu Hal Baik Dia Tak Muncul