TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel melakukan serangan udara ke Suriah yang mengakibatkan tewasnya puluhan orang.
Angkatan Udara Israel sedikitnya melancarkan 18 serangan, pada Rabu pagi (13/1/2021) waktu setempat.
Yang menjadi sasaran mereka adalah daerah yang membentang dari kota timur Deir Az Zor hingga gurun al-Bukamal di perbatasan Suriah-Irak.
Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dilaporkan oleh Al Jazeera.
Sedikitnya 37 orang lainnya terluka dalam serangan itu, menurut monitor yang berbasis di London.
Paramiliter yang tergabung dalam gerakan Hizbullah Lebanon dan Brigade Fatimiyah, yang terdiri dari pejuang Afghanistan pro-Iran, beroperasi di wilayah tersebut, kata Observatorium.
Baca: Israel Catat Rekor Terbanyak Sudah Lakukan Vaksinasi Covid-19: 1,4 Juta Warga Israel Sudah Divaksin
Seorang pejabat senior intelijen AS yang mengetahui serangan itu mengatakan kepada The Associated Press bahwa serangan dilakukan dengan intelijen yang disediakan oleh Amerika Serikat.
Mereka menargetkan serangkaian gudang di Suriah yang digunakan sebagai penyimpanan senjata Iran.
Pejabat AS, yang meminta anonimitas untuk berbicara tentang masalah keamanan nasional yang sensitif, mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membahas penggerebekan itu dengan Yossi Cohen, kepala agen mata-mata Israel, Mossad, pada pertemuan publik di restoran populer Washington, Café Milano, Senin.
Terkait kabar itu, militer Israel belum meberikan komentar.
Baca: Sudah Disuntik Vaksin, 240 Warga Israel Masih Terinfeksi Covid-19, Begini Penjelasannya
Baca: PM Israel Benjamin Netanyahu: Selamat Joe Biden, Terima Kasih Donald Trump
Kantor berita negara Suriah SANA juga melaporkan serangan itu tetapi tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Pada pukul 1:10 pagi [23:10 GMT], musuh Israel melakukan serangan udara di kota Deir Ezzor dan wilayah Al Bukamal," kata SANA, mengutip sumber militer.
“Hasil agresi saat ini sedang diverifikasi,” tambahnya.
Sumber berita lokal DeirEzzor24 mengatakan sejumlah gudang dan situs milik milisi pro-Iran diserang di daerah itu.
"Mereka membakar posisi Iran di Deir Ezzor," kata Omar Abu Laila, seorang aktivis yang berbasis di Eropa dari provinsi Deir Ezzor..
Serangan Kedua
Baca: Bermusuhan Sejak 1948, Inilah Alasan Sudan Bangun Perjanjian Damai dengan Israel
Serangan itu adalah gelombang kedua serangan Israel di Suriah dalam waktu kurang dari seminggu.
Serangan udara terakhir pada 7 Januari ditujukan ke posisi-posisi di Suriah selatan dan selatan ibu kota Damaskus, menewaskan tiga pejuang pro-Iran.
Israel memang secara rutin melakukan serangan di Suriah.
Sebagian besar serangan dilakukan terhadap target yang berafiliasi dengan Iran.