Kemanjuran Vaksin Sinovac di Turki dan Brazil Berbeda, BPOM: yang Penting Syarat WHO Terpenuhi

Menurut BPOM, perbedaan tingkat kemanjuran bisa terjadi karena berbagai faktor


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-009932.jpg
(Foto oleh Handout / Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo/AFP)
ILUSTRASI Penyuntikan vaksin Sinovac ----Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo menunjukkan seorang sukarelawan yang menerima vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Cina Sinovac Biotech di Hospital das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo, Brasil, pada 21 Juli 2020. - Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin Covid-19 Sinovac di Brazil berbeda dengan di Turki.

Terkait hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara.

Diberitakan Tribunnews, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, uji klinik vaksin CoronaVac (Sinovac) yang dilaksanakan di Bandung memiliki desain yang sama dengan uji klinik yang dilakukan di Brazil dan Turki.

Uji dilakukan dengan menggunakan subyek pada rentang usia penerima vaksin, yakni 18 sampai 59 tahun.

Namun, degan metode yang sama diketahui Brazil dan Turki memiliki hasil yang berbeda.

Uji klinik di Brazil memberikan efikasi vaksin sebesar 78% dan di Turki 91,25%.

Penny menjelasakan, perbedaan ini terjadi lantaran di setiap negara dipengaruhi oleh faktor perbedaan jumlah subjek, pemilihan populasi subjek, karakteristik subjek, dan kondisi lingkungan.

Baca: Pemerintah Tegaskan Vaksin Covid-19 Wajib untuk Masyarakat, Airlangga : Sudah Sesuai Undang-undang

Baca: Daftar Orang yang Tak Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19: Pernah Terinfeksi hingga Penderita Diabetes

Bagi dia, perbedaan tersebut bukanlah masalah selama syarat dari WHO dimana efikasi harus diatas 50% terpenuhi.

"Yang terpenting walaupun ada perbedaan nilai efikasi, regulasi persyaratan dari WHO adalah lebih besar dari 50% terpenuhi, ujar perempuan berhijab ini dalam Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat dan Mutu Vaksin Covid-19, secara virtual, Jumat (8/1/2021), dikutip Tribunnews.com.

"WHO mempersyaratkan minimal efikasi vaksin COVID-19 adalah 50% dari data interim analisis 3 bulan," jelasnya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved