Anies Sebut Kasus Covid-19 Aktif di DKI Jakarta Tembus 17 Ribu, Tertinggi Sejak Pandemi Maret 2020

Anies Baswedan memaparkan rincian kondisi pasien itu. Ia menyebut, berdasarkan data selama ini, 40 persen pasien tanpa gejala.


zoom-inlihat foto
gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-psbb.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (11/9/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta saat ini mencapai lebih dari 17.000 orang.

Dari angka tersebut, terdapat lebih dari 300 orang dalam kondisi kritis dan 500 lainnya mengalami gejala berat.

Dilansir Kompas.com, hingga Jumat (8/1/2021) kemarin, tercatat ada 17.382 kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih menjalani perawatan/isolasi di Jakarta.

Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

"Kasus aktif di Jakarta tertinggi dalam masa pandemi Jakarta dalam 9 bulan lebih. Angka 17 ribu adalah angka tertinggi yang pernah kita miliki," ucap Anies dalam siaran di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (9/1/2021) pagi.

Anies memaparkan rincian kondisi pasien itu. Ia menyebut, berdasarkan data selama ini, 40 persen pasien tanpa gejala.

Lalu, 30 persen pasien mengalami gejala ringan dan 25 persen gejala sedang.

Sementara yang mengalami gejala berat hanya 3 persen.

Baca: Covid-19 di Indonesia Capai 10 Ribu Kasus Baru per 8 Januari 2021, DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi

Baca: Daftar Orang yang Tak Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19: Pernah Terinfeksi hingga Penderita Diabetes

Namun dengan banyaknya kasus aktif di DKI yang mencapai 17.000, maka angka yang mengalami gejala berat ini juga cukup tinggi.

"Yang mengalami gejala berat, 3 persen dari 17.000 itu artinya ada 510 orang," kata Anies.

Jumlah pasien yang kritis yakni sebesar 2 persen dari kasus aktif.

Artinya, ada 340 pasien yang saat ini tengah berjuang melewati masa-masa kritis di rumah sakit.

Anies menyebut, meningkatnya pasien Covid-19 ini harus diantisipasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). (Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)

Selain dengan menambah jumlah tempat tidur dan fasilitas di RS, antisipasi juga dilakukan dengan memperketat pembatasan aktivitas masyarakat.

Hal ini juga sesuai langkah pemerintah pusat menerbitkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

DKI akan menerapkan pembatasan tersebut pada 11 sampai 25 Januari mendatang.

"Jangan sampai pasien yang butuh perawatan lebih banyak dari ICU yang kita miliki. Maka kita lakukan pengetatan," ucap Anies.

DKI Jakarta jadi penyumbang tertinggi lonjakan kasus Covid-19

Sebanyak 10.617 kasus baru Covid-19 di Indonesia, Jumat (8/1/2021).

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 808.340 orang.

Adapun kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi.

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi itu, yakni DKI Jakarta (2.959 kasus baru), Jawa Barat (1.824 kasus baru), Jawa Tengah (1.071 kasus baru), Jawa Timur (1.025 kasus baru), Sulawesi Selatan (588 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 510 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Baca: Benarkah Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19 Boleh Berkunjung ke Singapura?

Baca: Penolak Vaksin Covid-19 Bakal Dikenai Sanksi Denda Sebesar Rp 5 Juta

Pemerintah juga mencatat ada penambahan 7.446 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 ada 666.883 orang.

Selain itu, ada penambahan pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona sebanyak 233 orang.

Sehingga, jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini menjadi 23.753 orang.

Berikut data lengkap penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia 8 Januari 2021:

1. DKI Jakarta: 2.959 kasus baru

2. Jawa Barat: 1.824 kasus baru

3. Jawa Tengah: 1.071 kasus baru

4. Jawa Timur: 1.025 kasus baru

5. Sulawesi Selatan: 588 kasus baru

6. Kalimantan Timur: 512 kasus baru

7. DI Yogyakarta: 379 kasus baru

8. Banten: 253 kasus baru

9. Bali: 231 kasus baru

10. Riau: 192 kasus baru

11. Sumatera Barat: 167 kasus baru

12. Sulawesi Tengah: 158 kasus baru

13. Lampung: 122 kasus baru

14. Kalimantan Tengah: 114 kasus baru

15. Sumatera Selatan: 102 kasus baru

16. Sumatera Utara: 92 kasus baru

17. Kalimantan Selatan: 89 kasus baru

18. Sulawesi Utara: 77 kasus baru

19. Bangka Belitung: 75 kasus baru

20. Jambi: 72 kasus baru

21. Papua: 70 kasus baru

22. Kalimantan Utara: 63 kasus baru

23. Sulawesi Tenggara: 62 kasus baru

24. Nusa Tenggara Timur: 51 kasus baru

25. Sulawesi Barat: 47 kasus baru

26. Aceh: 42 kasus baru

27. Nusa Tenggara Barat: 37 kasus baru

28. Kalimantan Barat: 33 kasus baru

29. Bengkulu: 32 kasus baru

30. Kepulauan Riau: 26 kasus baru

31. Papua Barat: 25 kasus baru

32. Gorontalo: 15 kasus baru

33. Maluku Utara: 12 kasus baru

34. Maluku: 0 kasus baru

Baca: Daftar Orang yang Tak Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19: Pernah Terinfeksi hingga Penderita Diabetes

Baca: Pemerintah Tegaskan Vaksin Covid-19 Wajib untuk Masyarakat, Airlangga : Sudah Sesuai Undang-undang

(TribunnewsWiki.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies Ungkap Ada 340 Pasien Covid-19 Kritis, 510 Lainnya Gejala Berat" dan "UPDATE: Sebaran 10.617 Kasus Baru Covid-19, DKI Paling Banyak dengan 2.959".





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved