Bukan Ingin Mendahulukan Diri Sendiri, Ini Alasan Jokowi Bakal Jadi Orang Pertama yang Divaksin

"Mengapa Presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal," kata Jokowi.


zoom-inlihat foto
presiden-joko-widodo-pidato-di-sidang-umum-pbb-2020-2.jpg
TANGKAP LAYAR VIDEO PIDATO PRESIDEN JOKOWI/SEKRETARIAT KABINET
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali bahwa dirinya akan menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM Presiden Joko Widodo menegaskan kembali, dirinya akan menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19.

Bukan tanpa alasan mengapa Jokowi menjadi yang pertama.

Kepala Negara ingin meyakinkan masyarakat bahwa vaksi aman dan halal digunakan.

"Saya, sekali lagi, akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 tersebut. Mengapa Presiden jadi yang pertama?," tulis Jokowi melalui akun Twitter miliknya, @jokowi, Kamis (7/1/2021).

"Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal," tuturnya.

Baca: Video Aksi Bully Terhadap Gadis di Alun-alun Gresik Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan

Baca: Pengamat Politik Minta Risma Tak hanya Blusukan di Jakarta, Tapi Juga di Provinsi Lain

Presiden Joko Widodo menegaskan kembali, dirinya akan menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19.
Presiden Joko Widodo menegaskan kembali, dirinya akan menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19. (instagram.com/jokowi)

Presiden tidak menyampaikan secara rinci kapan vaksinasi mulai dilakukan.

Dia hanya meminta masyarakat untuk bersabar.

Akan tetapi, Jokowi memastikan vaksin Covid-19 sudah tersedia dan mulai didistribusikan ke daerah.

“Sedang menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga.

Vaksinnya sudah ada, dan mulai didistribusikan ke daerah,” tulisnya di Twitter.

Lebih lanjut, Jokowi menerangkan jika vaksin covid-19 masih menunggu izin penggunaan darudat dari BPOM serta kajian halal dari MUI.

Baca: Selain di DKI, Pengamat Usulkan Mensos Risma Blusukan di Provinsi Lainnya Juga

Baca: Kasus Covid-19 Tak Kunjung Menurun, Presiden Jokowi Singgung Lakukan Lockdown

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke 75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke 75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020). (Dok.Kementerian Luar Negeri)

“Tapi kita masih menunggu izin penggunaan darurat dari BPOM dan kajian halal dari MUI.

Apabila izin sudah keluar, vaksin gratis secara bertahap, kita laksanakan,” pungkasnya.

Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan jika vaksinasi akan dimulai pada pekan depan atau minggu kedua Januari 2021.

"Saya ingin menyampaikan bahwa vaksinasi ini akan dimulai minggu depan," kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Dalam rangka persiapan pelaksanaan vaksinasi, kata Jokowi, sejak Minggu (3/1/2021), pemerintah mulai mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah.

Baca: Pandemi Covid-19 Belum Membaik, Jokowi: Hati-hati Jangan Sampai Kita Dipaksa Lockdown

Baca: Vaksinasi Covid-19 Segera Dimulai, Jokowi Minta Vaksinasi Selesai Kurang dari Setahun

Ditargetkan, 5,8 juta dosis vaksin terdistribusi ke daerah selama bulan Januari.

Kemudian, menyusul 10.450.000 dosis vaksin didistribusikan pada bulan Febuari, dan 13,3 juta vaksin terdistribusi pada bulan Maret.

"Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang," ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan proses vaksinasi akan memakan waktu 15 bulan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved