Hari Ini dalam Sejarah: Jutaan Ayam di Hong Kong Dimusnahkan agar Flu Burung Tidak Menyebar

Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah Hong Kong juga menghentikan impor ayam dari Tiongkok.


zoom-inlihat foto
pembakaran-unggas.jpg
Birdflubook.org
Pembakaran unggas di Hong Kong demi mencegah penyebaran flu burung.

Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah Hong Kong juga menghentikan impor ayam dari Tiongkok.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Hong Kong memusnahkan sebanyak 1,2 juta ayam pada 29 Desember 1997 atau tepat 23 tahun silam.

Ayam-ayam itu terpaksa dimusnahkan agar virus flu burung tidak menyebar di negara itu.

Tak hanya itu, sejumlah unggas lain seperti itik, angsa, burung puyuh, merpati, dan burung-burung lain yang ditempatkan di dekat ayam juga turut dibunuh.

Pemerintah Hong Kong kemudian memberikan kompensasi kepada peternak dan penjual ayam yang bisnisnya terganggu oleh pemusnahan itu.

Selain itu, sebagai tindakan pencegahan, pemerintah Hong Kong juga menghentikan impor ayam dari Tiongkok Daratan.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 28 Desember: Gempa dan Tsunami Dahsyat di Messina, Tewaskan 80.000 Penduduk

Petugas menangkap ayam-ayam yang akan dimusnahkan
Petugas menangkap ayam-ayam yang akan dimusnahkan (Birdflubook.org)

  • Kemunculan virus


Virus flu burung terdeteksi pertama kali pada seorang anak laki-laki berumur tiga tahun bernama Lam Hoi-ka.

Lam Hoi-ka mengalami sakit tenggorokan dan perut, kemudian dibawa ke Queen Elizabeth Hospital.

Namun, seminggu kemudian dia meninggal. Kematiaannya dianggap disebabkan oleh kegagalan pernapasan akut, kegagalan liver akut, kegagalan ginjal akut, dan “koagulopati intravaskular yang menyebar.”

Darahnya mengental pada berbagai organ yang mengalami kegagalan fungsi tersebut.

Unit spesialis virus kemudian dipanggil dan berbagai sampel diambil dari tenggorokan Lam Hoi-ka.

Seperti diketahui, manusia hanya rentan terhadap virus H1, H2, dan H3.

Kondisi ayam di Hong Kong yang terinfeksi
Kondisi ayam di Hong Kong yang terinfeksi (Birdflubook.org)

Sampel itu positif influenza, tetapi negatif terhadap semua strain manusia yang diketahui.

Kepala virolog Hong Kong meneruskan misteri sampel itu ke laboratorium di London, Holland, dan CDC di Atlanta.

Anak itu kemudian diketahui meninggal karena sebuah virus H5, yakni H5N1.

Hal ini mengejutkan karena H5 diketahui hanya menyebabkan sakit pada burung, bukan manusia.

Korban meninggal kedua di Hong Kong adalah seorang perempuan berumur 13 tahun.

Dia menderita sakit kepala dan mulai batuk mengelurkan darah.

Sebelumnya, mayoritas korban membeli ayam atau berbelanja di sebelah pedagang ayam.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 26 Desember: Jack Johnson Meraih Gelar Juara Dunia Tinju Kelas Berat

  • Pemusnahan


Sadar bahwa penyakit tersebut berasal dari ayam, para ilmuwan meminta semua ayam di seluruh wilayah itu dibunuh untuk menghentikan penyebaran virus.

Mereka berusah mencegah agar virus itu tidak keluar dari Hong Kong. Hong Kong merasa seperti ditekan oleh seluruh dunia.

Di tengah kepanikan, Margaret F. C. Chan, yang kelak menjadi kepala influenza WHO, meminta pembunuhan terhadap lebih dari sejuta burung.[3]

Pemerintah Hong Kong kemudian memutuskan mulai membunuh semua ayam untuk mencegah korban bertambah.

Pada 29 Desember 1997 pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan berkeliling untuk mengumpulkan semua unggas dari 160 peternakan ayam dan 1.000 penjual ayam.

Unggas ini akan dibunuh oleh pemiliknya atau dibawa pemerintah, kemudian didisinfeksi, dimasukkan plastik, dan dibawa ke tempat pembuangan.

Pada pukul 8 pagi, mereka yang ditugaskan dalam pekerjaan tersebut mulai mengangkat ayam-ayam, merentangkannya, kemudian menyayat lehernya. Setelahnya, mereka melemparkannya ke plastik besar.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Bangunan Lain Hancur, Masjid Rahmatullah Masih Kokoh saat Tsunami Aceh

Pemerintah berjanji memberikan kompensasi pada para peternak dan penjual ayam.

Namun, beberapa penjual tetap kurang senang dengan kebijakan pemusnahan ayam tersebut.

Sebelumnya, pada 24 Desember Hong Kong juga menghentikan impor ayam dari Tiongkok Daratan.[5]

  • Kelanjutan


Pemerintah Hong Kong menerima kritik dari industri unggas karena pemusnahan sejuta unggas ini.

Namun, pada 1998, sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani 19 ahli influenza, termasuk otoritas kepala WHO mengungkapkan terima kasih pada pemerintah Hong Kong atas keputusannya.

Setahun kemudian, riset intensif tentang H5N1 mengungkapkan bahwa dunia mulai menghadapi sebuah pandemik.

Ada bukti bahwa ketika krisis virus di Hong Kong terjadi, virus tersebut secara cepat beradaptasi ke inang barunya, yakni manusia.

Ahli penyakit infeksi dari The Hong Kong Medical Association memperingatkan bahwa H5N1 belum berakhir.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 24 Desember: Kebakaran di US Library of Congress Hanguskan 35.000 Buku

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pemusnahan jutaan ayam di Hong Kong
Tanggal 29 Desember 1997
   


Sumber :


1. edition.cnn.com
2. www.birdflubook.org
3. www.nytimes.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • NCT 127 Lakukan Persiapan untuk

    Akhirnya NCT 127 dikonfirmasi akan comeback pada September
  • Jo Yu Ri

    Jo Yu Ri, lahir di Busan, adalah seorang
  • Ahmad Taufan Damanik

    Ahmad Taufan Damanik adalah Ketua Komisi Nasional Hak
  • Deolipa Yumara

    Deolipa Yumara adalah seorang pengacara yang sudah berkarier
  • Brigadir Ricky Rizal

    Brigadir Polisi Ricky Rizal alias Brigadir RR adalah
Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved