TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bencana tsunami besar menerjang aceh, tepat 16 tahun dari hari ini, yakni 26 Desember 2004.
Bencana tersebut meluluhlantahkan berbagai bangunan yang ada di wilayah Aceh.
Diberitakan Serambinews, lebih dari 132.000 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 37.000 jiwa dinyatakan hilang, dan 572.000 jiwa kehilangan tempat tinggal, serta ratusan linier meter arsip hilang atau rusak akibat bencana tersebut.
Tak heran jika tsunami kala itu mengundang duka bagi seluruh dunia, bukan hanya Indonesia.
Berikut ini TribunnewsWiki.com rangkum berbagai fakta dalam peristiwa Tsunami Aceh.
Masjid Masih Bediri Kokoh
Baca: Senjata Terbaru yang Dipamerkan Militer Dunia, Drone Milik Rusia Bisa Sebabkan Tsunami Puluhan Meter
Tsunami aceh merupakan bencana besar yang tak bisa diremehkan.
Kendati demikian, Masjid Rahmatullah masih bediri kokoh.
Padahal, masjid tersebut hanya berjarak ratusan meter dari bibir pantai.
Meski wilayah di sekitarnya rata dengan tanah, Masjid Rahmatullah masih utuh.
Hingga kini, foto Masjid Rahmatullah yang masih berdiri di tengah puing tsunami kerap beredar di media sosial.
Harga sembako melambung
Baca: Jarak ke Rumah Sakit Membutuhkan Waktu 3 Hari, Ibu di Aceh Terpaksa Melahirkan di Jalan
Baca: Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk agar Jera, Ini Tanggapan Wagub Jateng
Pasca tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, harga pangan di Aceh terus mengalami kenaikan.
Hingga menjelang lebaran Idul Adha 1425 H, harga kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan berbagai jenis barang primer lainnya di laporkan masih saja tinggi.
Padahal, beberapa minggu pasca tsunami arus distribusi atau pasokan dan stok barang di tangan para pedagang grosir dan eceran sudah relatif banyak.
Kususnya gula pasir, yang awalnya sempat turun harga jual, tetapi menjelang Lebaran Idul Adha 1425 Hijriah, kembali naik.
Memang, kebutuhan primer ini menjadi barang langka di Aceh setelah terjadinya peristiwa tsunami.
Jika ada, harganya pun terus melambung hingga membuat beberapa pelaku usaha warung kopi terpaksa tutup.
Rayakan Idul Adha di Tengah Bencana
Baca: Erupsi Gunung Berapi Taal Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi, Ada Potensi Tsunami
Baca: Cerita Petugas Selamatkan Gadis 3 Tahun di Reruntuhan Gempa Turki, Dia Tersenyum Menunggu Kami
Idul Adha yang kala itu berlangsung pada 21 Januari 2005 masih berlangsung dalam nuansa duka.