Petugas Penggerebekan Temukan 11 Pasangan Tidak Sah di Kamar, 4 Hotel di Pontianak Terancam Ditutup

Razia pekat ( penyakit masyarakat) berhasil menjaring 11 pasangan yang tak ada ikatan pernikahan di hotel di Pontianak


zoom-inlihat foto
tribun-pontianakjovi-lasta.jpg
TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA
Petugas Gabungan dari Satpol PP Kota Pontianak, Personel Polisi dan TNI saat mengevakuasi YG (38) Perempuan yang nekat terjun dari lantai empat untuk menghindari razia dari petugas pada Jumat, 26 Desember 2020 dini hari.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Petugas gabungan penggerebekan temukan 11 pasangan tidak sah dalam kamar hotel di Kota Pontianak saat razia pekat ( penyakit masyarakat).

Sidak ini dilakukan ke empat hotel mulai Jumat 25 Desember 2020 malam hingga Sabtu 26 Desember dini hari.

Mereka yang terjaring ini bakal dapat sanksi seperti dalam Perda nomor 11 tahun 2019 tentang ketertiban umum.

"Dari sejumlah pasangan yang terjaring, tidak ada yang di bawah umur," ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana, seperti yang dikutip dari Tribun Pontianak.

Sementara itu, sanksi untuk pihak hotel yang ditemukan aktivitas prostitusi akan mendapatkan sanksi seperti denda hingga pada penutupan tempat usaha.

Kebijakan ini mengacu pada Perda nomor 11 tahun 2019 pasal 37 ayat 1 yang menyatakan, Pemerintah Daerah berwenang menutup/menyegel/mencabut izin bangunan atau rumah atau tempat usaha yang digunakan untuk berbuat asusila.

Baca: Kronologi Penggerebekan Artis Inisial TA Terkait Prostitusi Online, 4 Mucikari Diamankan Duluan

Baca: Tertangkap Basah Selingkuh, Istri Ketakutan dan Sembunyi di Loteng saat Digerebek Suami dan Polisi

"Jadi, kalau di hotel itu secara berulang-ulang ditemukan aktivitas prostitusi maka bisa dilakukan penutupan terhadap tempat usaha dimaksud," lanjut dia.

Adriana juga pihak manajemen hotel maupun penginapan untuk lebih memperketat dan selektif dalam menerima tamu-tamunya.

Hal ini dilakukan sebagai tindakan untuk menyikapi tentang maraknya prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur,

"Untuk penanganan masalah prostitusi yang melibatkan anak ini akan ditangani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," ungkap Adriana.

Petugas Gabungan dari Satpol PP Kota Pontianak, Personel Polisi dan TNI saat mengevakuasi YG (38) Perempuan yang nekat terjun dari lantai empat untuk menghindari razia dari petugas pada Jumat, 26 Desember 2020 dini hari.
Petugas Gabungan dari Satpol PP Kota Pontianak, Personel Polisi dan TNI saat mengevakuasi YG (38) Perempuan yang nekat terjun dari lantai empat untuk menghindari razia dari petugas pada Jumat, 26 Desember 2020 dini hari. (TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA)




Halaman
1234
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved