Hal ini dibarengi dengan peningkatan testing Covid-19 sebesar 30 persen. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan meningkat 48,01 persen.
Pada periode tersebut, terjadi libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020.
"Dapat disimpulkan bahwa dalam setiap kenaikan kasus aktif selalu diiringi oleh kenaikan persen daerah yang tidak patuh protokol kesehatan dan selalu berawal dari event libur panjang," kata Wiku.
Menurut Wiku, meskipun testing Covid-19 meningkat, angka kasus aktif seharusnya terus menurun.
Baca: Ini 4 Pemahaman Covid-19 yang Masih Salah di Masyarakat, Termasuk Manfaat 3M
Baca: Vaksin Covid-19 Diklaim Tetap Efektif Terhadap Virus Corona Jenis Baru, Benarkah?
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Wiku pun meminta masyarakat belajar dari peristiwa ini.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan di mana saja, termasuk selama masa libur Natal dan tahun baru ini.
"Mari kita menjadi kelompok masyarakat yang berperan dalam menyelamatkan diri sendiri dan orang terdekat yang kita cintai dengan memilih untuk tidak bepergian dan menghindari kerumunan," kata Wiku.
Baca: Kasus Aktif Covid-19 Naik 2 Kali Lipat dari Awal November, Satgas: Bukan Karena Pilkada
Baca: FORBES: 50 Dokter, Ilmuwan, Pengusaha Kesehatan Mendadak Jadi Triliuner karena Pandemi Covid-19
(TRIBUNEWSWIKI.COM/KOMPAS.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tingkat Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Turun Dibandingkan Awal November" dan "Laju Kasus Aktif Covid-19 Kian Cepat, Satgas: Masyarakat Gali Kubur Sendiri".