Praktik Jual Beli Surat Rapid Test Palsu Terjadi di Surabaya, Hasil Nonreaktif Dijual Rp100.000

Praktik ini sudah berlangsung selama 4 bulan dan telah meloloskan ratusan orang ke luar pulau.


zoom-inlihat foto
tersangka-kasus-rapid.jpg
Surya/Firman Rachmanudin
Selembar surat rapid test palsu dan anggota sindikat pembuatnya. Polresta Pelabuhan Tanjung Perak akan menyelidiki keterlibatan oknum PNS hingga pegawai BUMN yang masuk sindikat pembuat surat rapid test palsu.


TRIBUNNEWWIKI.COM - Polisi berhasil membongkar praktik jual beli surat rapid test palsu di Surabaya.

Surat keterangan rapid test Covid-19 dengan hasil nonreaktif itu dijual seharga Rp100.000.

Selain itu, mereka yang membeli surat palsu ini tidak perlu menjalani tes Covid-19.

Praktik ini dijalankan komplotan yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak.

Surat ini ditawarkan kepada calon penumpang kapal laut antarpulau.

"Mereka menawarkan surat hasil rapid test kepada calon penumpang kapal laut antar pulau sebagai syarat pembelian tiket agar bisa berangkat," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum kepada wartawan, Senin (21/12/2020), dikutip dari Kompas.

Tiga anggota komplotan sudah ditangkap oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Baca: Update Syarat Perjalanan Luar Kota Selama Libur Nataru: Hasil Tes Rapid Antigen Hanya Berlaku 3 Hari

Polisi menunjukan tersangka dan barang bukti kejahatan berupa surat rapid test palsu. Dalam kasus ini, polisi menyelidiki dugaan adanya tindak pidana korupsi penggunaan alat rapid test.
Polisi menunjukan tersangka dan barang bukti kejahatan berupa surat rapid test palsu. Dalam kasus ini, polisi menyelidiki dugaan adanya tindak pidana korupsi penggunaan alat rapid test. (Surya/Firman Rachmanudin)

Ketiganya adalah MR (55), BS (35), dan SH (46). Masing-masing tugas anggota komplotan, kata Ganis, MR sebagai pemilik agen travel, BS sebagai calo, dan SH salah satu pegawai Puskesmas yang berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Selain sebagai calo, BS sendiri bertugas menggandakan surat, memberi stempel dan memalsukan tanda tangan dokter," katanya.

Dia memastikan surat tersebut didapat dari puskesmas yang ada di wilayah hukumnya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved