Awal tahun ini, dia juga mengungkap luasnya pandemi Covid-19 di negaranya.
Detail-detail pembunuhan Fakhrizadeh diungkapkannya ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji membalas pelaku pembunuhan ilmuwannya tersebut sebagaimana dilansir Kompas dari The Sun.
Janji itu dilontarkan Khamenei dalam sebuah pernyataan di situs resminya setelah Presiden Iran Hassan Rouhani muncul di televisi dan menyalahkan Israel atas pembunuhan itu.
Baca: DOKUMEN BOCOR, Terungkap Mossad Dalang Pembunuhan Kepala Nuklir Iran: Diberondong 12 Pembunuh
Pejabat Intelijen Amerika Serikat ( AS) juga mengatakan kepada New York Times bahwa Israel berada di balik serangan itu, yang menjadi ciri-ciri Mossad.
Menurut Ahwaze, dari 62 orang yang terlibat dalam pembunuhan itu, sebanyak 12 anggota regu penembak dikerahkan ke Kota Absard, sekitar 80 kilometer di timur Teheran.
Sementara itu, 50 orang lainnya, membantu dengan dukungan logistik meski Ahwaze tidak merinci apakah mereka berbasis di Iran atau di luar negeri.
Tim tersebut telah memata-matai Fakhrizadeh dan mengetahui bahwa Fakhrizadeh akan bertolak dari Teheran ke Absard pada Jumat.
Mereka menyusun rencana untuk melancarkan serangan di sebuah bundaran di Absard, yang dipenuhi dengan deretan pepohonan sebelum memasuki kota.
Tunggu dan Serang
Baca: Ilmuwan Nuklir Andalannya Dibunuh, Iran Bertekad Balas Dendam, Menlu Tuding Israel Turut Berperan
Sebuah mobil Hyundai Santa Fe dengan empat penumpang dan empat sepeda motor yang membawa penembak jitu sedang menunggu Fakhrizadeh di lokasi penyergapan.
Di lokasi penyergapan juga terdapat pikap Nissan jebakan yang siap meledak saat konvoi Fakhrizadeh lewat.
Setengah jam sebelum konvoi tiga mobil anti-peluru Fakhrizadeh tiba, daya listrik dipadamkan di daerah tersebut.
Ketika mobil ketiga lewat, Nissan meledak dan konvoi Fakhrizadeh berhenti.
Setelah itu, 12 penembak, termasuk dua penembak jitu, menyerang mobil kedua yang berisi Fakhrizadeh dengan hujan peluru.
“Menurut kabar yang dibocorkan Iran, pemimpin tim pembunuh membawa Fakhrizadeh keluar dari mobilnya dan menembaknya untuk memastikan dia terbunuh," kata Ahwaze.
Baca: Iran Bersumpah Akan Membalas Setelah Ilmuwan Nuklir Top Iran Ditembak Mati
Pasukan pembunuh kemudian berpencar setelah selesai melaksanakan tugas mereka dan tidak ada korban jiwa dari pihak mereka.
Para warga mengatakan kepada saluran televisi pemerintah bahwa mereka mendengar ledakan besar diikuti oleh suara baku tembak yang intens.
Suara baku tembak itu berasal dari suara tembakan dari pengawal Fakhrizadeh yang mati-matian melawan para pembunuh.
Sebuah helikopter polisi mendarat di daerah itu untuk mengangkut Fakhrizadeh dan lainnya ke rumah sakit terdekat.
Tetapi begitu sampai di rumah sakit terdekat, mereka terkejut karena listrik telah diputus sebelumnya. Para korban kemudian diangkut ke Teheran.