TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan Amerika Serikat dan Iran tidak akan banyak berubah meski Negeri Paman Sam sudah berganti pemimpin.
Terpilihnya Joe Biden disebut tak akan banyak mengubah hubungan kedua negara.
Hal itu disampaikan oleh putri Jenderal Iran Qasem Soleimani. Zeinab Soleimani, seperti diberitakan Kompas.com dari RT, Selasa (15/12/2020).
Menurutnya, Donald Trump dan Joe Biden tak ada bedanya.
Memang Donald Trump adalah orang yang memerintahkan pembunuhan Qasem Soleimani.
Akan tetapi Joe Biden tidak menolak sikap tersebut.
“Trump memerintahkan pembunuhan ayah saya, tetapi Biden mendukungnya, jadi tidak ada bedanya," tutur Zeinab kepada Afshin Rattansi dari RT.
Baca: Trump Terus Membandel, Tolak Tinggalkan Gedung Putih saat Hari Pelantikan Joe Biden
Biden telah mengisyaratkan bahwa dia siap untuk memulai kembali kesepakatan nuklir dengan Iran, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Sebelumnya, AS menarik diri dari kesepakatan JCPOA pada 2018 di bawah pemerintahan Trump.
Kendati demikian, Zeinab meragukan Joe Biden jika melihat dari latar belakangnya.
Apa lagi baginya kebijakan AS terhadap Iran tetap hampir sama selama beberapa dekade terakhir.
“Masalah yang kami hadapi dengan Amerika adalah kebijakan mereka, ini tidak akan berubah. Mereka adalah orang yang sama, dengan pikiran yang sama, dengan cara yang sama,” tutur Zeinab.
Zaenab juga meninggung pembunuhan ilmuwan nuklir, Mohsen Fakhrizadeh.
“Mereka begitu mudah membunuhnya di negaranya sendiri di depas istrinya. Berani-beraninya mereka datang ke negara kami dan membunuh orang dengan begitu mudah di jalan?” pungkas Zeinab.
Pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh
Baca: Kebohongan Teraneh Trump Terungkap: Ngaku Orang Pertama di Lokasi Bantu Korban Serangan 11 September
Kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, terus mendapat sorotan dunia.
Dalam update terbaru, Badan Intelijen Israel, Mossad, disebut bersalah atas kejadian tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 62 orang dilibatkan untuk menghabisi nyawa Mohsen Fakhrizadeh.
Jumlah tersebut termasuk penembak jitu, pengendara sepeda motor bersenjata api, hingga orang yang membawa bom.
Rincian pembunuhan Fakhrizadeh dibocorkan oleh jurnalis Iran, Mohamad Ahwaze, melalui Twitter, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (1/12/2020).