Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Adolf Eichmann, perwira Nazi yang menjadi perancang atau arsitek holocaust, dijatuhi hukuman mati tanggal 15 Desember 1961.
Keputusan hukuman mati terhadap Adolf Eichmann dijatuhkan oleh pengadilan kejahatan perang di Tel Aviv, Israel.
Pada masa Perang Dunia II, Adolf Eichmann mengurus praktik holocaust atau genosida jutaan Yahudi di Eropa sebagai "solusi final" terhadap masalah Yahudi.
Setelah perang berakhir, Adolf Eichmann sempat melarikan diri dan bermukim di Argentina.
Namun, dia kemudian diculik oleh agen Mossad dan dibawa ke Israel untuk diadili.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Desember: Banjir St. Lucia di Belanda dan Jerman, Tewaskan 50.000 Orang
Eichmann dan Solusi Final #
Adolf Eichmann lahir di Solinger, Jerman, tanggal 19 Maret 1906.
Dia bergabung dengan Partai Nazi tahun 1932 dan menjadi anggota SS atau korps paramiliter Nazi.
Eichmann kemudian ditempatkan pada bagian yang mengurusi orang Yahudi di Jerman.
Pada bulan Januari 1942 di Berlin sebuah konferensi petinggi Nazi digelar.
Konferensi itu mengurus logistik dari apa yang disebut "solusi terakhir" dari masalah Yahudi, yakni genosida.
Detail dari solusi itu diurus oleh Eichmann, dan dia juga ditunjuk sebagai kepala algojo.
Dia mengurus identifikasi, pengumpulan, dan pengangkutan para Yahudi di wilayah Eropa yang diduduki Nazi.
Mereka kemudian dikirim ke Auschwitz dan kamp pemusnahan lainnya di Polandia yang diduduki Jerman.
Praktik genosida ini dikenal dengan nama holocaust dan diperkirakan menewaskan jutaan Yahudi.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Desember: Roald Amundsen Jadi Manusia Pertama yang Mencapai Kutub Selatan
Melarikan Diri dan Ditangkap #
Perang Dunia II berakhir tahun 1945 dan pihak poros mengalami kekalahan.
Eichmann ditangkap dan menjadi tahanan Amerika Serikat, tetapi berhasil kabur.
Dia melarikan diri ke Argentina dengan dengan bantuan pejabat Gereja Katolik.
Di sana dia menggunakan sejumlah nama samaran, yang paling terkenal adalah Ricardo Klement.[3]
Argentina saat itu menjadi suaka bagi para penjahat perang Nazi dan memiliki kebijakan imigrasi yang longgar.
Namun, pada tahun 1957 seorang jaksa Jerman menginformasikan kepada Israel bahwa Eichmann berada di Argentina.
Mossad atau agen Israel dikerahkan untuk menangkapnya di San Fernando.
Mereka masuk ke Argentina ketika negara itu sedang merayakan peringatan 150 tahun revolusi melawan Spanyol.
Saat itu, banyak wisatawan dari luar pergi ke Argentina untuk menghadiri perayaan.
Mossad menggunakan kesempatan ini. Karena tahu Argentina tak akan mau mengekstradisi Eichmann, Israel memutuskan menculik dia membawanya secara ilegal ke Israel.
Mereka menangkap Eichmann ketika dia sedang berjalan pulang ke rumahnya setelah turun dari bus.
Argentina tidak mengetahui operasi ini. Eichmann dibawa terbang ke Israel pada 20 Mei.[4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Desember: Tragedi Tenggelamnya Kapal Angkut Duke William
Dieksekusi #
Argentina meminta Israel mengembalikan Eichmann. Namun, Israel menolak.
Israel menyatakan mereka memiliki hak untuk menyidangkan Eichmann karena dia berstatus penjahat perang.
Eichmann mulai diadili tanggal 11 April 1961 di Jerusalem. Peristiwa itu merupakan pengadilan pertama dalam sejarah yang disiarkan melalui televisi.
Dia menghadapi 15 dakwaan, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan terhadap orang Yahudi, dan kejahatan perang.
Mantan anggota Nazi ini mengklaim hanya menjalankan perintah, tetapi hakim menolaknya.
Pada 15 Desember 1961 dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.
Eksekusinya dilaksanakan tanggal 31 Mei 1962 di dekat Tel Aviv dengan cara digantung.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 10 Desember 1768: Encyclopaedia Britannica Terbit Perdana
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Adolf Eichmann dijatuhi hukuman mati |
|---|
| Tanggal | 15 Desember 1961 |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. encyclopedia.ushmm.org