Hari Ini dalam Sejarah: INF Treaty, AS dan Uni Soviet Sepakat Kurangi Jumlah Senjata Nuklir

Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev menandatangani perjanjian pengurangan senjata nuklir.


zoom-inlihat foto
ronald-reagan-dan-michael-gorbachev.jpg
Wikimedia Commons
Ronald Reagan dan Michael Gorbachev menandatangani perjanjian pengurangan jumlah senjata nuklir.

Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev menandatangani perjanjian pengurangan senjata nuklir.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet pada 8 Desember 1987, tepat 33 tahun silam, bersepakat untuk mengurangi jumlah senjata nuklir mereka.

Kesepakatan itu terjadi dalam pertemuan tingkat tinggi di Washington, D.C. antara Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Dikenal sebagai Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty, perjanjian itu menjadi langkah penting ke arah pengurangan rudal jarak jauh milik AS dan Soviet.

Sebelumnya, telah ada perjanjian antara AS dan Soviet yang bertujuan membatasi penyebaran rudal berdaya jangkau dekat dan menengah.[1]

Reagan dan Gorbachev berjabat tangan.
Reagan dan Gorbachev berjabat tangan. (Wikimedia Commons)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 7 Desember: Hukuman Mati Pertama dengan Suntik Mati

  • Perlombaan Senjata Nuklir


Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 menandai mulainya perlombaan senjata antara AS dan Uni Soviet.

Soviet berusaha mengembangkan senjata nuklirny secepat mungkin setelah mengetahui AS berhasil dalam proyek nuklirnya.

AS merasa Soviet membutuhkan waktu lama untuk bisa membuat bom nuklir karena negara itu baru mengalami penderitaan perang.

Namun, Soviet berhasil menguji coba bom nuklir pertamanya tahun 1949, jauh lebuh cepat daripada perkiraan AS.

Kejutan ini membuat AS mengembangkan sejata termonuklir atau bom hidrogen.

Meski demikian, pada tahun 1953 Soviet kembali mengejar AS dalam perlombaan persenjataan.

Pada saat itu AS mulai mengembangkan rudal jarak jauhnya yang pertama.

Perang nuklir nyaris muncul ketika AS mengetahui Soviet menaruh rudalnya di Kuba tahun 1962.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Desember: London Great Smog, Kabut Asap Tewaskan 12.000 Penduduk London

  • Pembatasan


Setelah Krisis Rudal Kuba berakhir dan menyadari bahaya perang nuklir, AS dan Soviet mulai mengadakan pembicaraan.

Mereka menyepakati Partial Test Ban Treaty dan tidak menempatkan stasiun rudal nuklir di angkasa atau dasar laut.

Selain itu pada tahun 1968 AS, Soviet, Inggris, dan 59 negara lainnya menandatangani Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons.

Perjanjian itu membatasi penyebaran senjata nuklir dan melarang tiga negara utama di atas membantu negara lain mendapatkan senjata nuklir.

Non-Proliferation Treaty mulai berlaku pada bulan Maret 1970.

Meski demikian, perjanjian tersebut dapat dikatakan tidak setara karena negara nonnuklir tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, negara nuklir tetap diperbolehkan menyimpan senjata mereka.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 Desember: The Observer Terbit Perdana, Koran Mingguan Pertama di Dunia

  • INF Treaty


AS dan Soviet kemudian setuju untuk mengurangi jumlah senjata nuklir mereka tanggal 8 Desember 1982.

Kesepakatan ini dikenal sebagai Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty dan ditandatangai oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Michael Gorbachev.

Kedua negara itu bersepakat melarang rudal jarak pendek dan menengah yang diluncurkan dari darat.

Ada sebanyak 2.611 rudal jarak dekat dan menengah yang dimiliki oleh kedua negara itu, mayoritas berada di Eropa dan Asia Tenggara.

Perjanjian itu menjadi langkah penting ke arah perjanjian pengurangan rudal jarak jauh, yang pertama kali dicapai tahun 1991.

Pada tahun itu AS dan Soviet setuju untuk menyingkirkan lebih dari seperempat senjata nuklir mereka.

AS dan Rusia tahun 2001 juga kembali menyetujui pengurangan senjata nuklir, masing-masing sampai sekitar 2.000 rudal jarak jauh.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 Desember: George Washington Ucapkan Selamat Tinggal kepada Perwiranya

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa INF Treaty
Tanggal 8 Desember 1987
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved