Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hukuman mati pertama yang menggunakan lethal injection (suntik mati) berlangsung pada 7 Desember 1982, tepat 38 tahun silam.
Dilaksanakan di Texas, Amerika Serikat (AS), hukuman mati ini diberikan kepada Charles Brooks Jr., seorang terpidana pembunuh mekanik mobil.
Charles Brooks Jr. mendapat satu suntikan sodium pentathol, yakni barbiturate atau obat bius tidur yang dikenal sebagai "serum kebenaran" jika diberikan dalam dosis rendah.
Negara bagian Texas menjadi pelopor eksekusi mati dengan metode yang dianggap lebih murah dan manusiawi itu.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Desember: London Great Smog, Kabut Asap Tewaskan 12.000 Penduduk London
Dokter dan perkembangan teknik eksekusi #
Sepanjang sejarah, para dokter telah membantu pemerintah dalam mengembangkan metode hukuman mati yang lebih "manusiawi".
Dr. Guillotin mungkin menjadi dokter pertama yang mendorong eksekusi yang lebih manusiawi.
Namanya kemudian dijadikan alat hukuman mati sering digunakan untuk eksekusi politis, yakni guillotine.
Alat eksekusi lain, yakni kursi listrik diciptakan oleh seorang dokter gigi. Namun eksekusi dengan kusi listrik terlihat menakutkan ketika dilakukan pertama kali.
Selain itu, eksekusi dengan kamar gas juga dikembangkan dengan keahlian medis.
Eksekusi menggunakan suntik mati, dan disponsori negara, pernah dilakukan pada masa Nazi. Para dokter dan perawat dikerahkan dalam eksekusi tersebut.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 Desember: The Observer Terbit Perdana, Koran Mingguan Pertama di Dunia
Suntik mati pertama #
Suntik mati sebagai metode eksekusi kini menjadi metode eksekusi yang banyak digunakan di AS.
Metode ini pertama kali diberlakukan di negara bagian Oklahoma tahun 1977.
Suntik mati digunakan dianggap lebih murah dan manusiawi daripada metode kursi listrik atau gas mematikan.
Namun Texas menjadi negara bagian pertama yang menjalankan eksekusi dengan suntik mati
Suntik mati pertama kali diberikan kepada Charkes Brooks Jr. tanggal 7 Desember 1982.[3]
Brooks Jr. dihukum mati karena membunuh seorang mekanik mobil.
Dia menerima sebuah suntikan sodium penthatol, obat tidur yang disebut "serum kebenaran" jika digunakan dalam dosis lebih rendah.[4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 Desember: George Washington Ucapkan Selamat Tinggal kepada Perwiranya
Kritik #
Selama dekade berikutnya, ada 32 negara bagian, pemerintah federal, dan militer AS menggunakan metode suntik mati.
Setelah beberapa tahun mengembangkan praktik ini, pihan berwenang menggunakan tiga obat berbeda yang disuntikkan ke dalam aliran darah terpidana hukuman mati.
Tiga obat itu adalah Sodium thiopental, pancuronium bromide, dan potassium chloride.
Meski para dokter rutin berpartisipasi dalam eksekusi dengan suntik mati, praktik suntik mati dicela oleh Asosiasi Kedokteran Amerika.
Berdasarkan pertimbangan etis, mereka menyatakan dokter seharusnya tidak berpartisipasi dalam eksekusi yang sah secara hukum.
Organisasi profesi kesehatan lain juga melarang anggotanya berpartisipasi dalam eksekusi tersebut.
Pada tahun 1996 American Medical Association, American Nurses Association, American College of Physicians, dan American Public Health Association membuat pernyataan bersama yang menolak partisipasi para tenaga medis dalam eksekusi dengan suntik mati.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 Desember: Tragedi Bhopal, 15.000 Orang Tewas karena Kebocoran Gas
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Eksekus Hukuman |
|---|
| Tanggal | 7 Desember 1982 |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.ncbi.nlm.nih.gov