Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- The Observer, koran mingguan pertama di dunia, terbit perdana tanggal 4 Desember 1791 atau tepat 229 tahun silam.
Didirikan oleh W.S. Bourne, The Observer dianggap sebagai salah satu surat kabar terbaik di dunia.[1]
The Observer dibeli oleh perusahaan Amerika, Atlantic Richfield Company, tahun 1976 dan kembali dimiliki orang Inggris tahun 1981.
Pada tahun 1993 The Observer dibeli oleh Guardian Media Group dan saat ini bermarkas di Kings Place, 90 York Way, London.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 4 Desember: George Washington Ucapkan Selamat Tinggal kepada Perwiranya
Kemunculan #
The Observer didirikan oleh W.S. Bourne dan terbit perdana pada Minggu tanggal 4 Desember 1791.
Pada awalnya Bourne percaya bahwa The Observer akan membuatnya kaya, tetapi dia kemudian malah berutang hampir 1.600 pound.
Meskipun pada edisi-edisi awal mengklaim kemerdekaan editorial, Bourne justru berusaha menjual The Observer untuk mengatasi masalah keuangan. Namun, usaha Bourne ternyata gagal.
Saudara laki-lakinya juga menawarkan The Observer kepada pemerintah, tetapi juga ditolak.
Terlepas dari penolakan, pemerintah kemudian setuju mensubsidi The Observer asalkan pemerintah memiliki pengaruh di editorial koran tersebut.
Hasilnya, The Observer diisi para radikal, seperti Thomas Paine, Francis Burdett, dan Joseph Priestly. [3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 Desember: Tragedi Bhopal, 15.000 Orang Tewas karena Kebocoran Gas
Abad ke-19 #
Pada tahun 1807 Bourne bersaudara memutuskan mendapatkan kembali kendali editorial dan menunjuk Lewis Doxat sebagai editor baru.
Tujuh tahun kemudian mereka menjual The Observer pada William Innell Clement, namun koran ini kembali menerima subsidi pemerintah.
The Observer memiliki sirkulasi 23.000 eksemplar pada tahun 1819 dan mulai memperlihatakan kemerdekaan editorial dengan mengkritik pemerintah.
Clement mengurus koran ini sampai dia meninggal tahun 1852.
Pada waktu itu The Observer mendukung reformasi parlemen, tetapi menentang kepemimpinan para Chartist.
Setelah Doxat pensiun tahun 1857, pewaris Clement menjual The Observer pada Joseph Snowe yang juga menjadi kepala editor.
Di bawah Snowe, koran ini mengadopsi pandangan politik yang lebih liberal, misalnya mendukung pihak Utara pada perang sipil Amerika. Alhasil sirkulasi The Observer pun menurun.
Pada tahun 1870 seorang pengusaha bernama Julius Beer membeli The Observer dan menunjuk Edward Dicey sebagai editor, berhasil menaikkan sirkulasi.
Ketika Julius meninggal, anaknya yang bernama Frederick kemudian ganti memiliki The Observer.
Pekerjaan Edward sebagai editor digantikan istri Frederick tahun 1891. [4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Louis Washkansky Jadi Manusia Pertama yang Mendapat Transplantasi Jantung
Abad ke-20 #
The Observer dijual ke Alfred Harmsworth tahun 1905.
Namun, sirkulasi hanya mencapai 5.000 eksemplar dan baru naik kembali ketika Austin Harrison ditunjuk menjadi editor.
Tiga tahun kemudian Austin digantikan James Louis Garvin tahun 1909 dan sirkulasi meningkat sampai 40.000.
William Waldorf membeli The Observer tahun 1911 dan memberikannya pada anaknya yang bernama Waldorf.
Pada tahun 1942 anak Waldorf Astor bernama David Astor mulai memodernisasi koran ini. Iklan di halaman depan dihapus demi mendukung berita, foto, dan opini.
Keluarga Astor memindahkan kepemilikan The Observer ke sebuah Trust yang menyatatakan bahwa setiap keuntungan harus digunakan untuk menyempurnakan koran, mempromosikan jurnalisme baik atau untuk tujuan sosial.
Mulai tahun 1956 The Observer kehilangan ribuan pembacanya karena mengkritik tindakan pemerintah selama Krisis Suez.
The Observer Color Magazine dirilis tahun 1964 dan sampul depannya menampilkan foto berwarna pertama The Observer, yakni potret Lord Mountbatten.
Donald Trelford ditunjuk sebagai editor tahun 1975 dan berusaha mencari pemilik baru untuk menyelamatkan The Observer dari kebangkrutan.
Dua tahun setelahnya The Observer dimiliki Atlantic Richfield dan mulai tahun 1981 dimiliki Lonhro.
Guardian Media Group membeli The Observer dan menyelamatkannya dari penutupan.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 2 Desember 1908: Puyi, Kaisar China Terakhir, Naik Tahta
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | The Observer terbit perdana |
|---|
| Tanggal | 4 Desember 1791 |
|---|
Sumber :
1. www.theguardian.com
2. wikivisually.com
3. www.britannica.com