TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan meski ada optimisme atas hasil uji coba vaksin corona, dirinya memperingatkan ada negara-negara tertinggal dalam perebutan jumlah dosis vaksin.
Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan agar negara-negara di dunia bersatu dan bangkit pasca-pandemi.
Berpidato di depan Majelis Umum PBB, Jumat (4/12/2020), Tedros menegaskan bahwa vaksin adalah komoditas (milik) masyarakat internasional.
Dia mengingatkan agar vaksin dapat menjadi barang yang terjangkau, sembari menyebut ada kekhawatiran saat "sains tenggelam oleh teori konspirasi, solidaritas dirusak oleh perpecahan, pengorbanan diganti dengan kepentingan pribadi."
Menegaskan kepada publik internasional, Tedros berharap masyarakat bisa berinvestasi dalam komoditas vaksin sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi berikutnya dan aneka bentuk masalah kesehatan masyarakat.
Baca: Meski Tingkat Transmisi Menurun Stabil, Ada 814 Kematian Baru Akibat Corona di Italia dalam 24 Jam
Baca: Kejutkan ARMY, Jin BTS Rilis Abyss di Hari Ulang Tahun, Berikut Lirik dan Chord Lagunya
Covax, sebuah proyek global vaksin, menurut Tedros bermasalah dengan pembelian dan distribusi untuk masyarakat miskin internasional.
Menurutnya proyek tersebut sedang menghadapi kesenjangan anggaran $4,3 Miliar dan membutuhkan setidaknya $23,9 Miliar pada tahun 2021, sebagaimana diwartakan Associated Press, Sabtu (5/12/2020).
Pembahasan tentang vaksin dan narasi 'kesetaraan'nya untuk publik, diantaranya juga pernah dinyatakan oleh Perdana Menteri Prancis, Jean Castex.
Saat itu Castex memberi pengarahan di depan media terkait proses distribusi vaksin virus corona untuk warga Prancis, Kamis (3/12/2020).
Castex menegaskan penyuntikan vaksin dilakukan tanpa dipungut biaya alias gratis untuk semuanya.
Kepastian harga gratis ini masuk ke dalam sistem jaminan sosial.
Diketahui Prancis telah mengalokasikan 1,5 Miliar Euro dari anggaran jaminan sosial tahun depan untuk menutup biaya tersebut.
Vaksinasi Covid-19 bersifat sukarela di Prancis. Castex meyakinkan warga bahwa vaksin aman digunakan.
Baca: Nekat Naik Pesawat saat Positif Covid-19, Pasangan Suami Istri Ini Diamankan Polisi
Baca: Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Tembus 60.000, Paling Mematikan Ke-5 di Dunia
Ia memastikan memulai vaksinasi dalam beberapa minggu ke depan.
Menurutnya, vaksin harus mendapat persetujuan regulasi dari European Medicines Agency.
Dosis awal vaksin virus corona akan diberikan kepada kelompok lansia yang tinggal di panti jompo.
Prancis telah memesan sekitar 200 juta dosis dari berbagai perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin, kata Castex.
Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 100 juta orang.
Baca: Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Tembus 60.000, Paling Mematikan Ke-5 di Dunia
Baca: Berlangsung 8 Jam, Operasi Pembalap MotoGP Marc Marquez Berjalan Lancar
Castex mengonfirmasi akan cepat menyebarkan vaksin untuk lansia jika sudah tersedia.
Senada dengan itu, Menteri Kesehatan Olivier Veran mengharapkan penyedia vaksin Pfizer / BioNTech dapat tiba terlebih dahulu.