Optimis Uji Coba Vaksin, Dirjen WHO Desak Semua Negara Bersatu dan Bangkit Pasca-Pandemi

Berpidato di depan Majelis Umum PBB, Jumat (4/12/2020), Tedros menegaskan bahwa vaksin adalah komoditas (milik) masyarakat internasional.


zoom-inlihat foto
direktur-jenderal-tedros-adhanom-ghebreyesus-dari-who-virus-corona-pandemi-global.jpg
Kolase TribunnewsWiki/twitter.com/DrTedro
Berpidato di depan Majelis Umum PBB, Jumat (4/12/2020), Tedros menegaskan bahwa vaksin adalah komoditas (milik) masyarakat internasional., FOTO: Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dari WHO, mengumumkan bahwa virus corona atau Covid-19 dikategorikan sebagai pandemi global, Rabu (11/3/2020).(Kolase TribunnewsWiki/twitter.com/DrTedro)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan meski ada optimisme atas hasil uji coba vaksin corona, dirinya memperingatkan ada negara-negara tertinggal dalam perebutan jumlah dosis vaksin.

Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan agar negara-negara di dunia bersatu dan bangkit pasca-pandemi.

Berpidato di depan Majelis Umum PBB, Jumat (4/12/2020), Tedros menegaskan bahwa vaksin adalah komoditas (milik) masyarakat internasional.

Dia mengingatkan agar vaksin dapat menjadi barang yang terjangkau, sembari menyebut ada kekhawatiran saat "sains tenggelam oleh teori konspirasi, solidaritas dirusak oleh perpecahan, pengorbanan diganti dengan kepentingan pribadi."

Menegaskan kepada publik internasional, Tedros berharap masyarakat bisa berinvestasi dalam komoditas vaksin sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi berikutnya dan aneka bentuk masalah kesehatan masyarakat.

Baca: Meski Tingkat Transmisi Menurun Stabil, Ada 814 Kematian Baru Akibat Corona di Italia dalam 24 Jam

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (SHUTTERSTOCK/solarseven)

Baca: Kejutkan ARMY, Jin BTS Rilis Abyss di Hari Ulang Tahun, Berikut Lirik dan Chord Lagunya

Covax, sebuah proyek global vaksin, menurut Tedros bermasalah dengan pembelian dan distribusi untuk masyarakat miskin internasional.

Menurutnya proyek tersebut sedang menghadapi kesenjangan anggaran $4,3 Miliar dan membutuhkan setidaknya $23,9 Miliar pada tahun 2021, sebagaimana diwartakan Associated Press, Sabtu (5/12/2020).

Pembahasan tentang vaksin dan narasi 'kesetaraan'nya untuk publik, diantaranya juga pernah dinyatakan oleh Perdana Menteri Prancis, Jean Castex. 

Saat itu Castex memberi pengarahan di depan media terkait proses distribusi vaksin virus corona untuk warga Prancis, Kamis (3/12/2020).

Castex menegaskan penyuntikan vaksin dilakukan tanpa dipungut biaya alias gratis untuk semuanya.

Kepastian harga gratis ini masuk ke dalam sistem jaminan sosial.

Diketahui Prancis telah mengalokasikan 1,5 Miliar Euro dari anggaran jaminan sosial tahun depan untuk menutup biaya tersebut.

Vaksinasi Covid-19 bersifat sukarela di Prancis. Castex meyakinkan warga bahwa vaksin aman digunakan.

Baca: Nekat Naik Pesawat saat Positif Covid-19, Pasangan Suami Istri Ini Diamankan Polisi

FOTO: Suasana di Menara Eifel, Paris, Prancis
FOTO: Suasana di Menara Eifel, Paris, Prancis (Unsplash - Pedro Kümmel @pedrokummel)

Baca: Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Tembus 60.000, Paling Mematikan Ke-5 di Dunia

Ia memastikan memulai vaksinasi dalam beberapa minggu ke depan.

Menurutnya, vaksin harus mendapat persetujuan regulasi dari European Medicines Agency.

Dosis awal vaksin virus corona akan diberikan kepada kelompok lansia yang tinggal di panti jompo.

Prancis telah memesan sekitar 200 juta dosis dari berbagai perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin, kata Castex.

Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 100 juta orang.

Baca: Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Tembus 60.000, Paling Mematikan Ke-5 di Dunia

FOTO: Orang-orang menghadiri kebaktian di gereja Saint-Sulpice di Paris pada 29 November 2020 saat misa dilanjutkan di Prancis menyusul pemerintah melonggarkan pembatasan penguncian Covid-19 dengan hanya 30 orang yang diizinkan per gereja.
FOTO: Orang-orang menghadiri kebaktian di gereja Saint-Sulpice di Paris pada 29 November 2020 saat misa dilanjutkan di Prancis menyusul pemerintah melonggarkan pembatasan penguncian Covid-19 dengan hanya 30 orang yang diizinkan per gereja. (ALAIN JOCARD / AFP)

Baca: Berlangsung 8 Jam, Operasi Pembalap MotoGP Marc Marquez Berjalan Lancar

Castex mengonfirmasi akan cepat menyebarkan vaksin untuk lansia jika sudah tersedia.

Senada dengan itu, Menteri Kesehatan Olivier Veran mengharapkan penyedia vaksin Pfizer / BioNTech dapat tiba terlebih dahulu.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Ramalan Zodiak Besok Jumat 29

    Berikut ini adalah ramalan zodiakmu untuk hari esok
  • Vivi Novica

    Vivi Novica Lee merupakan pemain profesional PUBG Mobile
  • Serikat Pekerja Garuda Tuding Dirut

    Serikat Pekerja Garuda melaporkan direktur utama PT Garuda
  • Ladoo

    Ladoo atau laddu (laddoo) merupakan manisan berbentuk bola
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved