Pengadilan administratif tertinggi Prancis, sebagaimana dilansir Associated Press, Minggu (29/11/2020), menyatakan akan meninjau ulang kebijakan pemerintah terkait pembukaan kembali fasilitas keagamaan yang hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang.
Sementara Dewan Negara juga telah memerintahkan Perdana Menteri Prancis Jean Castex untuk mengubah aturan itu dalam waktu tiga hari.
Beberapa uskup yang membuka kembali bangunan ibadah mengumumkan tidak akan memberlakukan lagi pembatasan.
Sedangkan banyak orang mengungkapkan kekesalahannya di luar gereja paris saat para pastor mengadakan kebaktian dengan berjumlah lebih dari 30 orang.
Pelonggaran Pembatasan di Prancis
Kebijakan pelonggaran pembatasan di Prancis membuat sejumlah toko barang non-esensial mulai buka di sekitar Paris, Prancis, pada Sabtu (29/11/2020).
Ini terjadi menyusul kebijakan pelonggaran pembatasan oleh pemerintah Prancis setelah adanya penurunan angka infeksi secara nasional.
Semua bisnis, seperti layanan pengiriman mulai beroperasi kembali hingga jam 9 malam.
Toko barang non-esensial lain yang sudah buka seperti, toko buku, musik, perpustakaan dan arsip.
Adapun semua harus menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak, sebagaimana diwartakan Associated Press, Sabtu (28/11/2020).
Baca: Dinilai Tidak Transparan Urusan Tes Usab Rizieq Shihab, Direktur RS Ummi Dilaporkan ke Polisi
Baca: Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Diduga Polisi Jadi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi
Seperti diketahui, kebijakan pelonggaran pembatasan diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Macron dalam sebuah sambutan mengatakan akan mengurangi pembatasan Covid-19 untuk tujuan menyelamatkan ekonomi jelang libur Natal.
Ia mengatakan akan membuka kembali pusat perbelanjaan, teater pertunjukan, dan juga bioskop.
Menurutnya ini dilakukan agar warga bisa menghabiskan liburan bersama anggota keluarga mereka.
Dalam sebuah pidato, sebagaimana diwartakan France24, Rabu (25/11), Macron mengatakan gelombang kedua pandemi di Prancis telah berakhir.
"Kami harus melakukan segala daya kami untuk menghindari gelombang ketiga dan kemungkinan lockdown ketiga," kata presiden Prancis.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 25 November 1500 : Christopher Columbus Ditangkap karena Dituduh Menyeleweng
Baca: Sempat Viral, Tanaman yang Ditukar Mobil Avanza Awalnya Dihargai Rp 107 Juta oleh Penjual
"Kami telah memperlambat penyebaran virus," kata Macron.
Bagaimana kebijakan bisnis di Prancis di tengah Pandemi untuk Libur Natal?
Macron menyebut akan membuka sejumlah bisnis, tetapi tidak semuanya.
Seperti pusat perbelanjaan, teater dan bioskop akan dibuka.