Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Korea Selatan Larang Pesta Pergantian Tahun

Adapun otoritas setempat meminta agar acara yang seringkali diadakan di hotel-hotel, pusat kota Seoul sebaiknya ditiadakan.


zoom-inlihat foto
tempat-korea-selatan-343543.jpg
Unsplash - Cait Ellis @caitellis
Perdana Menteri Chung Sye-kyun menginstruksikan pihak berwenang untuk menertibkan fasilitas bermusik di sejumlah sauna di daerah ibu kota., FOTO: Orang-orang berjalan di Myeongdong 2(i)-ga, Korea Selatan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Selatan melarang warganya mengadakan pesta pergantian tahun untuk mengantisipasi lonjakan besar virus corona.

Adapun otoritas setempat meminta agar acara yang seringkali diadakan di hotel-hotel, pusat kota Seoul sebaiknya ditiadakan.

Petugas juga melarang fasilitas publik yang biasanya ramai saat pesta pergantian tahun.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun menginstruksikan pihak berwenang untuk menertibkan fasilitas bermusik di sejumlah sauna di daerah ibu kota.

Lebih jauh lagi, kelas latihan gym juga ikut ditutup pada minggu ini dan seterusnya.

Chung Sye-kyun juga meminta beberapa lokasi publik harus ditutup, seperti pusat kebugaran, kafe, dan perpustakaan yang berada di dalam kompleks apartemen.

Baca: Wanita Cantik Pemilik Salon Tak Peduli Sudah Didenda Rp 500 Juta: Tetap Buka Salon saat Lockdown

FOTO: Kehidupan malam di Korea Selatan
FOTO: Kehidupan malam di Korea Selatan (Unsplash - Chinh Le Duc @mero_dnt)

Baca: Trump Kian Membabi Buta, Kali Ini Tuding FBI dan DOJ Bantu Biden Curang

Kebijakan baru ini akan efektif mulai Selasa (1/12).

Seperti diketahui, Korea Selatan melaporkan 450 kasus baru pada Minggu (29/11).

Sementara pada Kamis (26/11) sebelumnya, pihak Korea Selatan mencatat lebih dari 500 kasus baru.

Angka ini mencapai titik tertinggi harian pertama kalinya dalam delapa bulan.

Korea Selatan di Tengah Pandemi

Otoritas kesehatan setempat memperkirakan dapat mencatat 400-600 kasus baru setiap hari hingga awal Desember.

Ini terjadi saat Korea Selatan mengalami lonjakan kasus infeksi virus corona secara signifikan.

Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan pelonggaran aturan jarak sosial yang sebelumnya sempat diterapkan ketat pada bulan Oktober.

Merespons hal tersebut, pihak berwenang menerapkan kembali aturan jarak sosial.

Adapun lengkah tersebut diterapkan di demua daerah pada awal pekan ini, khususnya di Seoul.

Baca: Keadaan Mulai Membaik, Satu Bulan Tanpa Kasus Baru Virus Corona di Victoria Australia

Presiden Korea Selatan Moon Jae In - berbicara dalam video konferensi bersama EU Council Presiden Charles Michel dan European Commission Presiden Ursula von der Leyen di Gedung Biru, Seoul, Selasa (30/6/2020).
Presiden Korea Selatan Moon Jae In - berbicara dalam video konferensi bersama EU Council Presiden Charles Michel dan European Commission Presiden Ursula von der Leyen di Gedung Biru, Seoul, Selasa (30/6/2020). (AFP/Yonhap)

Baca: Petugas Kewalahan, Pusat Medis di Alaska AS Kebanjiran Pasien Covid-19

Pada Jumat (27/11), Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-Kyun mendesak warga untuk menghindari pertemuan atau mengadakan kegiatan.

Sye-Kyun juga mengimbau warga untuk tetap berada di rumah akhir pekan ini.

Dia mengatakan jumlah kasus virus corona di Korea Selatan meningkat setelah libur akhir pekan.

500 Kasus dalam 24 Jam











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved