Petugas Kewalahan, Pusat Medis di Alaska AS Kebanjiran Pasien Covid-19

Pejabat Administrasi Rumah Sakit Dr. Robert Onders dalam sebuah briefing, Senin lalu mengatakan bahwa setiap unit perawatan kebanjiran pasien.


zoom-inlihat foto
delta-junction-alaska-amerika-serikat.jpg
Unsplash - Vincent Ledvina @vincentledvina
Pejabat Administrasi Rumah Sakit Dr. Robert Onders dalam sebuah briefing, Senin lalu mengatakan bahwa setiap unit perawatan kebanjiran pasien., FOTO: Delta Junction, Alaska, Amerika Serikat


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Medis Alaska atau The Alaska Native Medical Center, sebuah lembaga medis setempat khususnya untuk penduduk asli Alaska dan orang Indian-Amerika mengatakan pasien virus corona melebih jumlah kapasitasnya.

Badan kesehatan itu menyatakan butuh lokasi alternatif untuk menampung limpahan pasien yang terlantar.

Pejabat Administrasi Rumah Sakit Dr. Robert Onders dalam sebuah briefing, Senin lalu mengatakan bahwa setiap unit perawatan kebanjiran pasien.

Kondisi kritis ini tidak dapat menampung semua pasien rumah sakit, meski terdapat sejumlah orang yang sangat menderita.

Sekitar 20% pasien virus corona dilaporkan terlantar di rumah sakit dan membutuhkan perawatan darurat, sebagaimana diwartakan Associated Press, Jumat (27/11/2020).

Baca: Terjaring OTT KPK, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan RS

FOTO: Delta Junction, Alaska, Amerika Serikat
FOTO: Delta Junction, Alaska, Amerika Serikat (Unsplash - Vincent Ledvina @vincentledvina)

Baca: Kaisar Naruhito dan Keluarga Khawatir Wabah Corona, Jepang Batalkan Acara Tahun Baru

Onders memperkirakan situasi rumah sakit dapat memburuk.

Seperti diketahui, wilayah Delta Yukon-Kuskokwim mempunyai angka kasus tertinggi di negara bagian Alaska, AS.

Tercatat ada 273 kasus per 100.000 orang di seluruh wilayah itu, hingga Selasa, (24/11).

Thanksgiving dan Pandemi di Amerika Serikat

Sementara itu, kabar ihwal virus corona di Amerika Serikat datang dari kegiatan liburan Thanksgiving.

Seorang dokter asal negara bagian Utah, Amerika Serikat memperingatkan bahwa acara Thanksgiving dapat menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Peningkatan jumlah rawat inap di seluruh negara bagian mendorong para dokter dan pejabat kesehatan masyarakat untuk menyarankan agar tidak menghadiri pertemuan Thanksgiving dengan orang-orang di luar rumah, terutama selain tetangga terdekat mereka.

Pada hari Rabu, (25/11/2020) seorang dokter spesialis penyakit menular mengatakan kasus COVID-19 dapat semakin membebani sistem perawatan kesehatan jika orang tidak mengikuti protokol kesehatan.

Adapun dokter AS menegaskan agar warga menaati protokol kesehatan di tempat publik.

Sementara itu, Gubernur Oregon membuka kembali sejumlah bisnis saat akan menyambut liburan Thanksgiving yang jatuh pada 25-27 November 2020.

Baca: Longgarkan Pembatasan Bisnis, PM Pakistan: Pemerintah Tak Mau Orang Mati Kelaparan saat Pandemi

Para pengecer memberi istilah sehari setelah Thanksgiving
Para pengecer memberi istilah sehari setelah Thanksgiving "Black Friday" karena volume belanja yang berat selalu mendorong keuangan mereka "menjadi hitam/black" untuk tahun ini. (moneycrashers.com)

Baca: Dua Anak Balita Diduga jadi Korban Pembunuhan Sang Ibu, Pemeriksaan Kejiwaan Dilakukan pada Pelaku

Beberapa diantaranya adalah bar dan restoran yang akan mulai beroperasi minggu depan.

Namun demikian, keduanya masih memakai aturan pembatasan sampai ada kejelasan ihwal vaksin virus corona.

Dalam pengumumannya Rabu (26/11), Gubenur Kate Brown meminta warga Oregon agar tetap menaati protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

Seperti diketahui, sebelumnya negara bagian ini menerapkan penutupan bisnis hingga 3 Desember 2020.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved