Selamatkan Kepentingan Bisnis, Prancis Berencana Longgarkan Kebijakan Lockdown

Adapun langkah ini akan ditempuh dalam tiga tahap untuk menghindari gejolak baru virus corona.


zoom-inlihat foto
emmanuel-macron-hina-islam.jpg
ABDULMONAM EASSA / POOL / AFP
Adapun langkah ini akan ditempuh dalam tiga tahap untuk menghindari gejolak baru virus corona. FOTO: Presiden Prancis Emmanuel Macron


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar terbaru perihal Covid-19 datang dari negara Prancis.

Melalui Presiden Emmanuel Macron, Prancis berencana akan melonggarkan kebijakan lockdown dalam beberapa minggu ke depan.

Adapun langkah ini akan ditempuh dalam tiga tahap untuk menghindari gejolak baru virus corona.

Dalam pidatonya, sebagaimana diwartakan France24, Selasa (24/11/2020), Macron mengungkapkan bahwa ini dilakukan untuk menyelamatkan bisnis negara beribukota Paris tersebut.

Menurut Macron ada tiga tahapan yang dilakukan bertahap, yakni pertama sekitar 1 Desember, lalu kedua sebelum liburan akhir tahun, dan kemudian Januari 2021.

Baca: Muncul 204 Infeksi dalam Sehari, PM Estonia: Wabah Virus Corona Berada di Level Kritis

Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenakan masker, mengunjungi laboratorium pengembangan industri di pabrik vaksin pembuat obat Sanofi Pasteur di Marcy-l'Etoile, dekat Lyon, pada 16 Juni 2020.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenakan masker, mengunjungi laboratorium pengembangan industri di pabrik vaksin pembuat obat Sanofi Pasteur di Marcy-l'Etoile, dekat Lyon, pada 16 Juni 2020. (GONZALO FUENTES / POOL / AFP)

Baca: Kejatuhan Forklift di Tempat Kerja, Seorang Tukang Bangunan Kehilangan Separuh Badannya

Namun demikian, masih ada sejumlah pembatasan di bisnis yang berpotensi besar dalam penyebaran virus.

Termasuk bar dan restoran yang akan terus dibatasi.

Prancis: Ribuan Ekor Cerpelai Dimusnahkan

Sebelumnya, sejumlah otoritas Prancis memerintahkan untuk memusnakhkan semua mamalia cerpelai atau mink setelah hasil analisa menunjukkan mutasi Covid-19 beredar di antara hewan mamalia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (22/11), Pemerintah Prancis mengatakan telah memusnahkan 1000 ekor cerpelai di wilayahnya.

Prancis turut memusnakhkan produk yang terkait mamalia tersebut sertalokasi peternakan yang terletak di barat Kota Paris. Negara ini memiliki empat peternakan cerpelai di wilayahnya.

Langkah ini dilakukan menyusul perkembangan virus di peternakan cerpelai di Denmark dan negara lain termasuk Belanda, Swedia, dan Yunani.

Di Denmark, mutasi virus ditemukan pada sejumlah orang yang berkontak dengan cerpelai, menurut pemerintah yang melakukan pemusnahan semua 15 juta ekor cerpelai.

Baca: Maraknya Pelanggaran Tak Pakai Masker, 2.665 Warga Positif Covid-19 dalam Sehari di Pakistan

Mink atau Cerpelai
Mink atau Cerpelai (Wikimedia)

Baca: Pembatasan Sosial Baru di Italia: Warga Dilarang Makan di Kafe dan Resto di Wilayah Khusus

Sejauh ini, sampai berita ini diturunkan, peternak Prancis yang kontak dengan cerpelai telah dites dan hasilnya negatif.

Apa itu Cerpelai?

Melansir Wikipedia, Cerpelai adalah Mamalia yang membentuk Genus Mustela dari Familia Mustelidae.

Genus ini beranggotakan cerpelai, singgung dan ermine. Hewan ini berukuran kecil, merupakan predator aktif, bertubuh panjang dan ramping dengan kaki-kaki pendek.

Familia Mustelidae yang juga beranggotakan Berang-berang juga sering disebut sebagai keluarga cerpelai.

Cerpelai memiliki panjang yang bervariasi dari 173 hingga 217 mm (6,8 hingga 8,5 in), betinanya lebih kecil daripada jantan, dan biasanya memiliki lapisan tubuh atas berwarna coklat atau merah sedangkan perutnya putih; beberapa spesies mengganti bulu tubuh menjadi sepenuhnya putih pada Musim dingin.

Tubuh hewan ini yang panjang dan ramping memungkinkannya untuk memburu mangsa sampai kedalam liang.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved