Pembatasan Sosial Baru di Italia: Warga Dilarang Makan di Kafe dan Resto di Wilayah Khusus

Pemerintah melarang warganya makan di kafe dan restoran di tempat-tempat khusus yang telah ditandai.


zoom-inlihat foto
bendera-italia-768.jpg
Unsplash - Emma Fabbri @fabevent
pemerintah melarang warganya makan di kafe dan restoran di tempat-tempat khusus yang telah ditandai., FOTO: Ilustrasi Bendera Italia


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Italia baru-baru ini menerapkan aturan pembatasan sosial baru di sejumlah wilayah khusus

Adapun aturan baru ini diberlakukan di wilayah padat yang berisiko tinggi kesehatannya.

Sebagaimana diwartakan Associated Press, Minggu (22/11), pemerintah melarang warganya makan di kafe dan restoran di tempat-tempat khusus yang telah ditandai.

Seperti diketahui, Italia mencatat ada lonjakan kasus pada pekan ini.

Hingga Sabtu (21/11), tercatat muncul 34.767 kasus baru. Angka ini lebih sedikit dari hari sebelumnya.

Negeri Menara Pisa itu memiliki total 1,3 juta lebih kasus, dengan 49.261 kematian, menurut data John Hopkins.

Baca: Jumlah Angka Infeksi Covid-19 di Amerika Serikat Tembus 12 Juta Kasus, Vaksin Siap Disebarkan

FOTO: Kepolisian Italia bentrok dengan massa dari militan partai Forza Nuova selama protes anti-kebijakan lockdown oleh pemerintah yang ingin menahan penyebaran COVID-19, di pusat Piazza del Popolo, di Roma, Italia pada 24 Oktober 2020. Italia sedang menghadapi resesi ekonomi di tengah lonjakan angka infeksi. Negara ini telah mencatat hampir 500.000 kasus Covid-19 sejak dimulainya pandemi, serta  37.059 kematian, menurut Kementerian Kesehatan Italia pada 24 Oktober 2020.
FOTO: Kepolisian Italia bentrok dengan massa dari militan partai Forza Nuova selama protes anti-kebijakan lockdown oleh pemerintah yang ingin menahan penyebaran COVID-19, di pusat Piazza del Popolo, di Roma, Italia pada 24 Oktober 2020. Italia sedang menghadapi resesi ekonomi di tengah lonjakan angka infeksi. Negara ini telah mencatat hampir 500.000 kasus Covid-19 sejak dimulainya pandemi, serta 37.059 kematian, menurut Kementerian Kesehatan Italia pada 24 Oktober 2020. (Andreas SOLARO / AFP)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November: Presiden AS John F. Kennedy Tewas Ditembak

Sementara 539.524 warganya telah dinyakatan sembuh.

Covid-19 di Jepang: Kritik terhadap Pemerintah

Sementara itu, ketakutan tumbuhnya gelombang baru Covid-19 menghadirkan kritik untuk pemerintah Jepang baru baru ini.

Kritik juga kecaman datang dari anggota dewan oposisi pemerintah dan sejumlah aktivis.

Mereka menyebut pemerintah Jepang lamban dalam mengatasi dampak corona.

Khususnya, mereka mengkritik pemerintah terlalu lambat dalam menghentikan kampanye wisata ke Jepang, yang justru malah mendorong pembukaan perjalanan dan mengeluarkan kampanye diskon akomodasi, sementara kasus corona terus tumbuh dalam empat hari terakhir.

Adapun penghitungan harian kasus Covid-19 mencapai rekor dalam empat hari berturut-turut, yakni sebanyak 2.508 warga terinfensi.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Senin 23 November 2020: Mamuju & Pontianak Waspada Hujan Petir Siang-Malam Hari

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kiri atas), Presiden AS Donald Trump (kanan atas), Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah), Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (baris ke-3, kiri), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (baris ke-3, kanan), dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel (bawah), terlihat di layar sebelum dimulainya KTT G20 virtual yang diselenggarakan oleh Arab Saudi dan diadakan melalui konferensi video di tengah Covid-19 (novel coronavirus) pandemi, di Brussel, pada 21 November 2020. - Arab Saudi menjadi tuan rumah KTT G20 pada 21 dan 22 November, yang pertama untuk negara Arab, dengan forum virtual didominasi oleh upaya untuk mengatasi pandemi virus corona dan resesi global terburuk di dekade.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kiri atas), Presiden AS Donald Trump (kanan atas), Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah), Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (baris ke-3, kiri), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (baris ke-3, kanan), dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel (bawah), terlihat di layar sebelum dimulainya KTT G20 virtual yang diselenggarakan oleh Arab Saudi dan diadakan melalui konferensi video di tengah Covid-19 (novel coronavirus) pandemi, di Brussel, pada 21 November 2020. - Arab Saudi menjadi tuan rumah KTT G20 pada 21 dan 22 November, yang pertama untuk negara Arab, dengan forum virtual didominasi oleh upaya untuk mengatasi pandemi virus corona dan resesi global terburuk di dekade. (YVES HERMAN / POOL / AFP)

Baca: Ketegangan dengan China Memanas, Australia Merapat ke Jepang

Laporan Departemen Kesehatan itu juga menyebut angka kematian akibat Covid-19 mendekati 150.000 kasus dengan kematian mencapai 1.942 jiwa, menurut data John Hopkins.

Sebagaimana diwartakan Associated Press, Minggu (22/11), PM Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan tersebut pada Sabtu (21/11), di mana banyak wisatawan diperkirakan telah membuat reservasi perjalanan untuk akhir pekan Thanksgiving di Jepang.

Bandara dan restoran terpantau penuh sesak.

Sejumlah anggota oposisi dan aktivis publik mengatakan pemerintah Jepang seharusnya berani membayar untuk membatalkan reservasi wisatawan.

Oposisi juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan tes massal kepada warga, jika ingin menjaga perekonomian tetap berjalan di tengah pandemi.

Baca: Jumlah Angka Infeksi Covid-19 di Amerika Serikat Tembus 12 Juta Kasus, Vaksin Siap Disebarkan

PM Jepang Yoshihide Suga
PM Jepang Yoshihide Suga (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November 1900: Mobil Mercedes yang Pertama Diuji Coba Perdana

Sebagai informasi, di tengah meningkatnya kasus corona, Jepang membuat video tutorial tentang cara makan dan minum yang benar di restoran sesuai protokol kesehatan.

Update Covid-19 di China





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved