TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Italia baru-baru ini menerapkan aturan pembatasan sosial baru di sejumlah wilayah khusus
Adapun aturan baru ini diberlakukan di wilayah padat yang berisiko tinggi kesehatannya.
Sebagaimana diwartakan Associated Press, Minggu (22/11), pemerintah melarang warganya makan di kafe dan restoran di tempat-tempat khusus yang telah ditandai.
Seperti diketahui, Italia mencatat ada lonjakan kasus pada pekan ini.
Hingga Sabtu (21/11), tercatat muncul 34.767 kasus baru. Angka ini lebih sedikit dari hari sebelumnya.
Negeri Menara Pisa itu memiliki total 1,3 juta lebih kasus, dengan 49.261 kematian, menurut data John Hopkins.
Baca: Jumlah Angka Infeksi Covid-19 di Amerika Serikat Tembus 12 Juta Kasus, Vaksin Siap Disebarkan
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November: Presiden AS John F. Kennedy Tewas Ditembak
Sementara 539.524 warganya telah dinyakatan sembuh.
Covid-19 di Jepang: Kritik terhadap Pemerintah
Sementara itu, ketakutan tumbuhnya gelombang baru Covid-19 menghadirkan kritik untuk pemerintah Jepang baru baru ini.
Kritik juga kecaman datang dari anggota dewan oposisi pemerintah dan sejumlah aktivis.
Mereka menyebut pemerintah Jepang lamban dalam mengatasi dampak corona.
Khususnya, mereka mengkritik pemerintah terlalu lambat dalam menghentikan kampanye wisata ke Jepang, yang justru malah mendorong pembukaan perjalanan dan mengeluarkan kampanye diskon akomodasi, sementara kasus corona terus tumbuh dalam empat hari terakhir.
Adapun penghitungan harian kasus Covid-19 mencapai rekor dalam empat hari berturut-turut, yakni sebanyak 2.508 warga terinfensi.
Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Senin 23 November 2020: Mamuju & Pontianak Waspada Hujan Petir Siang-Malam Hari
Baca: Ketegangan dengan China Memanas, Australia Merapat ke Jepang
Laporan Departemen Kesehatan itu juga menyebut angka kematian akibat Covid-19 mendekati 150.000 kasus dengan kematian mencapai 1.942 jiwa, menurut data John Hopkins.
Sebagaimana diwartakan Associated Press, Minggu (22/11), PM Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan tersebut pada Sabtu (21/11), di mana banyak wisatawan diperkirakan telah membuat reservasi perjalanan untuk akhir pekan Thanksgiving di Jepang.
Bandara dan restoran terpantau penuh sesak.
Sejumlah anggota oposisi dan aktivis publik mengatakan pemerintah Jepang seharusnya berani membayar untuk membatalkan reservasi wisatawan.
Oposisi juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan tes massal kepada warga, jika ingin menjaga perekonomian tetap berjalan di tengah pandemi.
Baca: Jumlah Angka Infeksi Covid-19 di Amerika Serikat Tembus 12 Juta Kasus, Vaksin Siap Disebarkan
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November 1900: Mobil Mercedes yang Pertama Diuji Coba Perdana
Sebagai informasi, di tengah meningkatnya kasus corona, Jepang membuat video tutorial tentang cara makan dan minum yang benar di restoran sesuai protokol kesehatan.
Update Covid-19 di China