Sudah Kalah dalam Pilpres AS, Donald Trump Masih Sempat-sempatnya Ingin Luncurkan Rudal ke Iran

Para penasihat Trump akhirnya mencegahnya untuk melancarkan serangan dengan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memicu konflik lebih luas.


zoom-inlihat foto
trump-serang-iran-009.jpg
Brendan Smialowski / AFP
Foto file ini yang diambil pada 19 Desember 2019 memperlihatkan Presiden AS Donald Trump pergi setelah berbicara di KTT tentang transformasi perawatan kesehatan mental untuk memerangi tunawisma, kekerasan, dan penyalahgunaan zat di Gedung Putih di Washington, DC. Diungkap oleh para penasihatnya, minggu lalu, Trump memikirkan akan menyerang Iran dengan serangan rudal ke fasilitas nuklir Iran, namun rencana itu berhasil dicegah oleh para penasihatnya karena bisa memicu perang.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden AS Donald Trump masih sempat-sempatnya memikirkan akan mengirimkan serangan rudal ke Iran di saat ia kemungkinan besar kalah dalam Pilpres AS 2020.

Empat penasihat utamanya mengungkapkan rencana Trump akan menyerang situs nuklir utama Iran, minggu lalu, namun dinasihati karena bisa memicu perang, Daily Mail melaporkan, Selasa (17/11/2020).

Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan serangan terhadap fasilitas nuklir utama Iran minggu lalu sebelum penasihat senior membujuknya agar tidak mengambil tindakan dramatis tersebut, menurut dua laporan baru.

Trump bertanya kepada para asisten keamanan nasional termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Penjabat Menteri Pertahanan Christopher C Miller dan Ketua Kepala Gabungan Mark Milley tentang potensi serangan pada pertemuan di Oval Office Kamis lalu, New York Times melaporkan Senin, mengutip empat pejabat AS dan saat ini.

Pertemuan itu berlangsung sehari setelah inspektur internasional memberi tahu anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa Iran telah secara signifikan meningkatkan persediaan bahan nuklirnya.

Para penasihat Trump akhirnya mencegahnya untuk melancarkan serangan dengan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas dengan Iran, kata sumber-sumber Times.

Baca: Pertama Kalinya, Donald Trump Isyaratkan Akui Ada Kemungkinan Pemerintahan Baru Joe Biden

trump serang iran 001
Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dua dari empat pejabat tinggi AS yang menasihati Donald Trump agar tidak menyerang Iran.
trump serang iran 002
Ketua Kepala Gabungan Mark Milley dan Penjabat Menteri Pertahanan Christopher C Miller, dua dari empat pejabat tinggi militer AS. Trump bertanya kepada para pembantu keamanan nasional itu tentang potensi serangan pada pertemuan Oval Office Kamis lalu. Kata New York Times, mengutip empat pejabat AS.

Mereka mengatakan setiap serangan, baik dengan rudal atau dunia maya, kemungkinan akan menargetkan fasilitas pengayaan nuklir utama Iran, Natanz.

Sebuah sumber terpisah mengonfirmasi akun Times tentang pertemuan tersebut kepada Reuters, dengan mengatakan: 'Trump meminta opsi. Mereka memberinya skenario dan dia akhirnya memutuskan untuk tidak maju. '

Baca: Update Pilpres AS 2020: Total Electoral Votes Joe Biden 306, Donald Trump 232

Badan Energi Atom Internasional, pengawas PBB, melaporkan dalam sebuah dokumen rahasia Rabu lalu bahwa cadangan uranium Iran sekarang 12 kali lebih besar dari batas yang ditetapkan di bawah perjanjian nuklir yang ditarik Trump pada 2018.

Badan itu mengatakan bahwa pada 2 November Iran memiliki persediaan 2.442,9 kilogram uranium yang diperkaya rendah, naik dari 2.105,4 kilogram yang dilaporkan pada 25 Agustus 2020.

trump serang iran 003
Presiden AS Donald Trump pergi setelah menempatkan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal pada Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, pada 11 November 2020. Dilaporkan, Minggu lalu, Trump ternyata meminta pendapat empat penasihat militernya tentang serangan rudal ke Iran namun dicegah karena bisa memicu perang.










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved