"Kalau menurut saya, sekolah juga sudah bisa dilakukan. Daripada kondisi daring bikin anak-anak malas dan tidak bergerak," kata Pepen saat dikonfirmasi, Senin (9/11/2020).
Dinas Pendidikan Kota Bekasi terlebih dahulu mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait rencana simulasi KBM tatap muka itu.
Baca: Ketua Komisi X DPR RI Sebut Sekolah Tatap Muka Dibuka Pertengahan Tahun 2021
Baca: PENTING! Sekolah Tatap Muka Diizinkan di Zona Kuning Covid-19, Simak Daftar 163 Kota/Kabupatennya
Nantinya, pemerintah pusat akan memberikan balasan berupa rekomendasi diperbolehkan atau tidaknya kegiatan simulasi belajar tatap muka.
Simulasi belajar tatap muka di Bekasi sebelumnya pernah digelar di enam sekolah pada awal Agustus 2020.
Enam sekolah itu, yakni SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SDN Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI.
Walaupun dikritik sejumlah pihak, simulasi KBM tatap muka tetap berjalan selama tiga hari hingga akhirnya dihentikan atas masukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Walda Marison)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dorong KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Kasihan Anak Terlalu Lama di Rumah"