DPRD Jember Nilai Gugus Tugas Telah Gagal: Dengan Anggaran Besar, Lonjakan Kasus Covid-19 Luar Biasa

Komisi D DPRD Jember menilai Satgas Covid-19 telah gagal menyosialisasikan pencegahan penularan Covid-19.


zoom-inlihat foto
wiku-adisasmito-3.jpg
Dok. BNPB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).(Dok. BNPB)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami penambahan yang tinggi.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 448.118 orang, pada Rabu (11/11/2020).

Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan 3.770 kasus dalam 24 jam terakhir.

Tingginya penambahan kasus Covid-19 inipun turut menjadi sorotan DPRD Jember.

Komisi D DPRD Jember bahkan menilai Satgas Covid-19 telah gagal menyosialisasikan pencegahan penularan Covid-19.

Sebab, masih banyak warga yang tidak menerpkan physical distancing dan memakai masker.

Baca: Daftar 19 Kabupaten dan Kota yang Baru Saja Berubah Menjadi Zona Merah Covid-19

Padahal, anggaran penangan Covid-19 termasuk besar, yakni sebanyak Rp 479,4 miliar.

“Dengan anggaran yang besar, tidak secara otomatis menurunkan angka Covid-19 di Jember,” kata Sekretaris DPRD Jember Nur Hasan kepada BPBD Jember dalam rapat dengar pendapat, Rabu (11/11/2020) seperti dilansir oleh Kompas.com.

Menurutnya, anggaran Covid-19 sebesar itu tak membuat perilaku masyarakat berubah.

Bahkan, warga pinggiran pedesaan juga masih banyak yang belum percaya dengan virus corona.

Akhirnya, mereka tidak menerapkan prokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

Politisi PKS ini mencontohkan, banyak kegiatan di masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari penyelenggaraan pengajian hingga shalat berjemaah.

“Banyak takmir masjid menganggap tak perlu ada physical distancing di masjid,” tutur dia.

Baca: Ungkap Metode IAR Covid-19 di Indonesia Kepada WHO, Terawan Puji Jokowi dan Luhut

Padahal, ketika tokoh masyarakat atau agama seperti kiai yang mengajak, banyak warga yang mematuinya.

Berbeda ketika seorang camat yang mengajak untuk penerapan protokol kesehatan.

Nur Hasan menilai, selama ini tidak ada sinergi antara Pemkab dengan para tokoh masyarakat.

Misalnya, mengajak para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyerukan penerapan protokol kesehatan. 

Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Satgas Covid-19.

Justru, mereka banyak membagikan bantuan sosial.

Baca: Dampak Pandemi Covid-19, BPS Catat Jumlah Pengangguran Capai 9,77 Juta Orang





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved