Seorang Imam Umat Muslim di Prancis Dapat Ancaman Pembunuhan, Minta Perlindungan ke Emmanuel Macron

Chalghoumi (48), yang mewakili kalangan moderat Islam di Prancis ini sebelumnya menyebut bahwa Samuel Paty 'syahid atas nama kebebasan berekspresi'.


zoom-inlihat foto
hassen-chalghoumi-456.jpg
Euro-Islam.info
Dirinya yang juga menjabat Ketua Konferensi Islam di Prancis ini menambahkan bahwa Paty adalah "orang bijak yang mengajarkan toleransi, peradaban, dan menghormati orang lain", Hassen Chalghoumi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang imam umat Muslim di Prancis mengaku mendapat ancaman pembunuhan atas kritiknya terhadap serangan teror belakangan ini.

Adalah Hassen Chalghoumi, seorang imam umat Muslim di Drancy, pinggiran Kota Paris, mengatakan dirinya menjadi sasaran sejak berbicara menentang pemenggalan seorang guru Prancis 'Samual Patty' pada bulan lalu yang memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

Chalghoumi (48), yang mewakili kalangan moderat Islam di Prancis ini sebelumnya menyebut bahwa Samuel Paty 'syahid atas nama kebebasan berekspresi'.

Dirinya yang juga menjabat Ketua Konferensi Islam di Prancis ini menambahkan bahwa Paty adalah "orang bijak yang mengajarkan toleransi, peradaban, dan menghormati orang lain".

Komentar Chalghoumi ini memicu reaksi dari sejumlah kalangan umat Muslim lainnya.

Baca: Waspadai, Sering Merasakan Sakit Perut di Malam Hari Menandakan Anda Punya Penyakit Ini

Dua warga Muslim Prancis salat di Basilika Notre-Dame de la Garde di Marseille, Prancis tenggara, pada 29 Oktober 2020, sebagai penghormatan kepada para korban serangan pisau di dalam sebuah gereja di Nice, di Riviera Prancis. Para pemimpin dunia mengutuk keras serangan teroris di Nice, Prancis.
Dua warga Muslim Prancis salat di Basilika Notre-Dame de la Garde di Marseille, Prancis tenggara, pada 29 Oktober 2020, sebagai penghormatan kepada para korban serangan pisau di dalam sebuah gereja di Nice, di Riviera Prancis. Para pemimpin dunia mengutuk keras serangan teroris di Nice, Prancis. (Christophe SIMON / AFP)

Baca: Mahasiswa Kembali Berdemo di Istana Merdeka Hari Ini, Menuntut UU Cipta Kerja Dibatalkan

Sejumlah orang menganggap bahwa Chalghoumi hanya 'membenarkan apa yang dilakukan Samuel Patty'

Ia menjadi sasaran ancaman pembunuhan di dunia maya, lapor Telegraph.

Sebuah postingan dalam bahasa Arab di Twitter tertulis: "Kami meminta umat Muslim di Prancis merelakan Chalghoumi bergabung dengan si guru sejarah dan akan menjadi korban/syahid selanjutnya"

Sementara di Telegram, sebuah pesan menggambarkan imam itu sebagai 'Target Baru'.

Postingan tersebut meminta pengikutnya untuk "mengeksekusinya karena ia lebih kotor daripada orang-orang kafir Prancis."

Baca: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Simpatisan FPI Penuhi Akses Tol Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Brahim Aoussaoui, pelaku pembantaian 3 warga Prancis di Gereja Basilika Notre-Dame de Nice, Prancis.
Brahim Aoussaoui, pelaku pembantaian 3 warga Prancis di Gereja Basilika Notre-Dame de Nice, Prancis. (Ansa / Daily Mail)

Baca: Subsidi Gaji Termin II Telah Mulai Disalurkan untuk 2,1 Pekerja, Sudah Cek Rekening?

Buntut dari maraknya ancaman pembunuhan, ia kemudian mengirimkan surat ke Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meningkatkan perlindungan aparat terhadapnya.

Sebagai informasi, imam moderat yang lahir di Tunisia ini telah berada dalam penjagaan polisi sejak serangan di Paris pada 2015. Saat itu kelompok ISIS menyerukan 'eksekusi;.

Melansir Daily Mail, Senin (9/11), Chalghoumi memprovokasi kalangan ekstremis dengan berusaha meningkatkan hubungan antara umat Muslim dan Yahudi.

Ia juga sempat mendukung larangan pemakaian cadar.

David-Oliver Kaminski, pengacara Chalghoumi telah mengirimkan surat ke Macron untuk meminta perlindungan tambahan.

Baca: Dirudapaksa saat Rumahnya Dibobol, Korban Gigit Alat Vital Perampok Hingga Putus

Tentara Prancis mengamankan Basilika Notre-Dame de Nice setelah serangan pisau di Nice pada 29 Oktober 2020. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis sedang diserang dan meningkatkan status keamanan nasional menjadi ke level maksimum, darurat. Pasukan keamanan ditambah dari 3.000 menjadi 7.000 untuk menjaga tempat ibadah dan sekolah.
Tentara Prancis mengamankan Basilika Notre-Dame de Nice setelah serangan pisau di Nice pada 29 Oktober 2020. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis sedang diserang dan meningkatkan status keamanan nasional menjadi ke level maksimum. Pasukan keamanan ditambah dari 3.000 menjadi 7.000 untuk menjaga tempat ibadah dan sekolah. (ERIC GAILLARD / POOL / AFP)

Baca: Beri Selamat untuk Joe Biden, PM Irak Mustafa Al-Khadimi Berharap Bisa Berbagi Kesamaan Nilai

Tidak sedikit kalangan yang kontra dengan Chalghoumi.

Sebelumnya, pemimpin umat Islam Abdelhakim Sefrioui yang memimpin kampanye media sosial menentang Samuel Patty, meminta agar Chalghoumi dikeluarkan dari masjid karena pandangannya menyulut kemarahan.

Sementara Chalghoumi berpendirian bahwa pemenggalan Samuel Paty justru memprovokasi kemarahan

"Pimpinan masjid, imam, orangtua, kelompok ormas, bangunlah, masa depan Anda dipertaruhkan," katanya.

Chalghoumi mengatakan bahwa kalangan ekstremis Islam di Prancis terorganisir dengan baik serta tahu bagaimana menggunakan sistem hukum dan cara-cara berjuang.

Baca: Johnny Depp Tak Lagi Bermain dalam Film Fantastic Beast 3, Warner Bros Tetap Bayar Honor Penuh

Baca: Pria Tua Ditebas Parang Hingga Tewas, Diduga Dibunuh Karena Masalah Warisan & Dituduh Main Santet

"Kita perlu mengakhiri wacara viktimisasi. Kita semua memiliki hak di Prancis, seperti orang lain. Orang tua harus memberi tahu anak-anaknya tentang kebaikan yang ada di republik ini (Prancis)", katanya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved