Beri Selamat untuk Joe Biden, PM Irak Mustafa Al-Khadimi Berharap Bisa Berbagi Kesamaan Nilai

Al-Khadimi mengucapkan selamat untuk Joe Biden di kanal media sosial Twitter miliknya


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-irak-mustafa-al-kadhimi.jpg
Aljazeera/Handout/Parlemen Irak
Menjabat sejak Mei 2020, Al-Khadimi mengharapkan pemerintahan Joe Biden dapat bekerjasama dengan Irak untuk memperkuat hubungan strategis. Foto: Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Joe Biden telah memenangkan perhitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020.

Meskipun Donald Trump dan tim kampanye masih akan mengajukan tuntutan hukum, seruan kemenangan Biden menggema di berbagai belahan dunia.

Sejumlah pimpinan negara dan organisasi mengucapkan selamat atas kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris.

Satu di antaranya adalah Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Khadimi.

Al-Khadimi mengucapkan selamat untuk Joe Biden di kanal media sosial Twitter miliknya.

Ia turun menyebut akun presiden terpilih @JoeBiden dan juga wakil presiden terpilih @KamalaHarris.

Baca: Singgung Isu Perdamaian di Indo-Pasifik, PM Jepang Yoshihide Suga Ucapkan Selamat ke Joe Biden

Baca: PM Republik Irlandia: Joe Biden dan Kamala Harris Akan Jadi Tim Tangguh

Menjabat sejak Mei 2020, Al-Khadimi mengharapkan pemerintahan Joe Biden dapat bekerjasama dengan Irak untuk memperkuat hubungan strategis.

Pria 53 tahun ini juga berharap agar Irak dan AS saling berbagi kesamaan nilai antara kedua negara.

Ini menurutnya penting untuk mengatasi tantangan global bersama.

"Selamat kepada Presiden Terpilih @JoeBiden dan Wakil Presiden Terpilih @KamalaHarris"

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda dalam memperkuat hubungan strategis yang mengikat antara Irak dan Amerika Serikat, membangun kesamaan nilai antar-negara kita guna mengatasi tantangan bersama", kata Al-Khadimi di akun Twitternya.

Perhitungan Kemenangan Joe Biden

Berdasarkan perhitungan, kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dipastikan memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

Baca: Denny Darko Sedih Ramalannya Terkait Video Syur Mirip Artis GA Terjadi

Baca: Rekrutmen KPK, Butuh Banyak Tenaga Ahli di 4 Posisi untuk Lulusan S1, Simak Syarat & Cara Daftarnya

Ia mengantongi 290 suara pemilihan sementara Trump masih tertinggal di angka 214.

Namun berbeda dari sejumlah media lain di mana Biden masih berada di angka 279.

Kemenangan Biden secara lugas diberitakan sejumlah media besar AS termasuk, BBC, Associated Press, NBC, CBS, dan CNN.

Beberapa pimpinan negara juga terlihat mengucapkan selamat kepada Joe Biden seperti PM Inggris, Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, dan masih banyak lainnya.

Sementara sejumlah media-media lokal di negara-negara lain juga menjadikan kemenangan Biden sebagai headline utama berita.

Baca: Pakar Sebut Debat Gibran-Teguh Melawan Bagyo-FX Suparjo seperti Bumi dan Langit

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara sambil diapit oleh calon wakil presiden, Senator Kamala Harris (D-CA), di teater The Queen pada 05 November 2020 di Wilmington, Delaware. Biden menghadiri pertemuan internal dengan staf karena pemungutan suara masih dihitung dalam persaingan ketat melawan Presiden AS Donald Trump yang masih terlalu dekat untuk dipanggil. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara sambil diapit oleh calon wakil presiden, Senator Kamala Harris (D-CA), di teater The Queen pada 05 November 2020 di Wilmington, Delaware. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)


Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 November: Wilhelm Conrad Rontgen Menemukan Sinar X, Bagaimana Kisahnya?

Terdapat perbedaan perhitungan di antara media-media antara angka 290 dan 279 bagi Joe Biden.

Bagaimana perhitungan pollingnya?





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved